Warga Cilacap Antri Minyak Goreng Sejak Dini Hari

Penulis:   Gita Fetty Utami | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Antri minyak goreng di Cilacap. Foto: Gita FU

CILACAP, Metasatu.com — Hingga pertengahan Maret antrian membeli minyak goreng kemasan di Kota Cilacap, Jawa Tengah masih terjadi. Bahkan kini antrian bisa sangat panjang.

Umumnya mereka berbaris di depan toko-toko modern atau toserba, yang mendistribusikan minyak goreng kemasan sesuai hasil koordinasi dengan DPKUKM Cilacap.

Setiap ada stok di toserba, pasti selalu diserbu oleh pembeli. Hal ini mendorong pihak toko melakukan sejumlah aturan khusus, demi memastikan meratanya pembelian. Mulai dari kupon jatah, hingga penandaan di jari memakai tinta khusus.

Galih Yudha, pramuniaga Rita Pasaraya Cilacap mengatakan, untuk mendapatkan kupon jatah minyak goreng dari tokonya konsumen bisa datang mulai jam 3-4 dinihari.

“Ada satpam di depan toko yang bagiin kupon. Setelah dapat kupon nanti bisa ditukar dua buah minyak kemasan satu literan. Satu orang satu kupon,” jelasnya pada Metasatu, Jumat (12/3/2022).

Waktu penukaran kupon setelah toko buka pukul 9 pagi. Namun belakangan jamnya berubah-ubah, tergantung kedatangan stok minyak goreng ke toko.

“Biasanya jatah kupon untuk 200 orang, Bu,” tambah Galih.

Menurut informasi dari tukang parkir di sekitar Rita Pasaraya, kupon jatah minyak goreng itu lazimnya sudah habis pada pukul 5 pagi.

Antrian minyak goreng juga terlihat di depan Alfa Midi Jalan MT Haryono Cilacap, sekira pukul 11.00 WIB. Pengantri didominasi kaum ibu, bahkan tak sedikit yang membawa anak-anak kecil, rela berdiri di bawah panas terik.

Metasatu mendapati adanya informasi tertulis dari pihak toko. bahwa jatah hari ini hanya 10 karton, untuk slot 60 orang saja. Informasi tersebut ditempelkan pada papan, di dekat tangga masuk ke toko.

Kepala Bidang Stabilitas Harga Pengembangan Ekspor dan Standarisasi DPKUKM Kabupaten Cilacap Titi Suwarni berharap agar warga lebih bersabar dan tidak panik serta melakukan aksi borong. Ini karena HET yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 tahun 2022 berlaku selamanya.

“Aturan HET ini berlaku selamanya. Bukan hanya satu dua bulan saja,” tegasnya, dilansir dari Bercahayanews, Rabu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.