Utang Indonesia Tembus Rp 7.002 Triliun

Penulis:   Yon Bayu Wahyono | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Ilustrasi utang. Foto: Ist

JAKARTA, Metasatu.com – Utang Indonesia terus bertambah di tengah maraknya kebangkrutan sejumlah negara yang gagal bayar utang. Sri Lanka adalah negara terakhir yang bangkrut karena tidak mampu membayar utang.

Kenaikan utang Indonesia disampaikan Kementerian Keuangan dalam laporan APBN Kita, per 31 Mei 2022, dan dirilis Selasa (29/6/2022. Dari laporan tersebut terungkap utang Indonesia sebesar Rp 7.002 triliun.

Dengan besaran itu, posisi utang setara 38,88 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Porsi utang didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) dengan besaran mencapai 88,20 persen dari total utang. Sementara yang berasal dari pinjmanan sebesar 11,80 persen

Secara lebih rinci, utang Indonesia dari SBN denominasi rupiah dan valuta asing (valas) mencapai Rp 6.175,83 triliun.

SBN berdenominasi rupiah sendiri mencapai Rp 4.934,56 triliun, terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) Rp 4.055,03 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp 879,53 triliun.

Sedangkan SBN berdenominasi valas mencapai Rp 1.241,27 triliun terdiri dari SUN Rp 967,67 triliun dan SBSN Rp 273,60 triliun.

Utang melalui pinjaman sebesar Rp 826,40 triliun, terdiri dari pinjaman dalam negeri Rp 14,74 triliun dan pinjaman luar negeri Rp 811,67 triliun.

Pinjaman dari bilateral sebesar Rp 280,32 triliun, multilateral Rp 488,62 triliun, dan pinjaman bank komersial Rp 42,72 triliun.

Utang yang sangat tinggi berkontribusi pada besaran bunga dan cicilan pokok utang. Tahun 2021, pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp 343,5 triliun.

Untuk tahun 2022, diperkirakan pemerintah harus menyisihkan Rp 405 triliun untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang. Jumlah itu nyaris 15 persen dari total APBN 2022 sebesar 2.714,2 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.