Tjahjo Kumolo, Lawan yang Menjadi Orang Kepercayaan Megawati

Penulis:   Yon Bayu Wahyono | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Tjahjo Kumolo. Foto: Ist

JAKARTA, Metasatu.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RAB) Tjahjo Kumolo wafat Jumat (1/7/2022) pukul 11.30 WIB. Tjahjo sempat menjalani perawatan selama dua pekan di RS Abdi Waluyo, Jakarta Pusat.

Tjahjo merupakan politisi yang sempat menjadi lawan politik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun setelah reformasi 1998, Tjahjo justru bergabung dengan PDIP dan menjadi orang kepercayaan Megawati.

Seperti diketahui, Tjahjo pernah malang-melintang sebagai politisi Golongan Karya (Golkar) di zaman Orde Baru. Di Tahun 1980-an, Tjahjo dan Megawati pernah bersama-sama di DPR dari fraksi berbeda.

Saat itu Megawati masih bergabung dengan PDIP yang menjadi oposisi Orde Baru sehingga secara politik berseberangan dengan Tjahjo.
Tjahjo lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 1 Desember 1957 itu menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Semarang. Tjahjo lulus dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro tahun 1985.

Kiprah politik Tjahjo di dunia politik dimulai pada 1987. Saat itu dia menjadi anggota Golkar. Ketika itu Golkar dianggap bukan sebagai partai politik oleh pemerintah Orde Baru, namun justru menjadi penguasa kursi DPR.

Tjahjo pernah menjadi anggota Komisi III DPR Fraksi Golongan Karya periode 1987-1992 dan 1992-1997. Dia juga pernah menjabat sebagai Penghubung Komisi-Komisi non-GBHN MPR RI dalam Sidang Umum MPR dari Fraksi Golkar.

Selepas reformasi pada 1998, Tjahjo bergabung dengan PDIP dan terpilih menjadi anggota DPR dari periode 1999-2002. Saat itu dia menjadi Wakil Sekretaris Fraksi. Tjahjo juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI-P (2004-2010) dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI-P (2005-2009).

Kiprah politik Tjahjo di PDI-P terus menanjak setelah ditunjuk menjadi salah satu Ketua DPP periode 2005-2010. Tahun 2010, Megawati mempercayakan kursi Sekretaris Jenderal PDIP kepada Tjahjo. Sebuah keputusan yang strategis yang akhirnya mrembawa PDIP menjadi partai pemenang Pemilu 2014.

Tjahjo juga menjadi orang penting di balik naiknya Presiden Joko Widodo. Seperti diketahui, Megawati memilih mengusung Jokowi – Jusuf Kalla. Tjahjo diyakini berada di balik kepitisan tersebut.

Kini Tjahjo telah berpulang. Banyak pekerjaan besar yang ditinggalkan, terutama terkait wacana penghapusan tenaga honorer dan pemerintah tidak akan melakukan perekrutan pegawai non-ASN mulai 2023.

Aturan ini tertuang dalam Surat Menteri PAN-RB nomor B/185/M.SM.02.03/2022 perihal Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang ditandatangani pada 31 Mei 2022.

Selamat jalan, Pak Tjahjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.