Terjadi Lagi, Penumpang Bus Mendadak Meninggal di Ngawi

Penulis:   Dian | Editor:  Dian
oleh
Korban yang meninggal di halaman RM Duta 1 Ngawi dievakuasi Polisi

NGAWI, Metasatu.com – Terjadi lagi, penumpang bus mendadak meninggal di Ngawi. Setelah Minggu (22/5/2022) ada penumpang bus yang meninggal di dalam bus patas.

Kali ini pada Senin (23/5/2022) pukul 19.00 WIB telah ditemukan lagi orang meninggal dunia di halaman rumah makan Duta 1 tepatnya dusun Gemarang desa Watualang Ngawi, saat penumpang bus patas tersebut transit untuk makan.

Ketika dikonfirmasi Kapolsek Ngawi Kota AKP Suyadi, S.H., pihaknya mendapatkan keterangan tentang keberadaan korban dari Satun, manajer rumah makan Duta 1. Berbekal informasi dari wanita berusia 40 tahun ini, petugas operasional Polsek Ngawi Kota langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan dan evakuasi terhadap jasad korban.

Suyadi mengatakan, korban pertama kali diketahui meninggal dunia setelah Agus (42), sopir bus EKA nomor Polisi S-7859-US, asal Desa Kepanjen, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang yang sudah mengenal korban menghampiri dan menyalami korban hendak mengajak korban untuk minum kopi di dalam rumah makan sebelum bus melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

“Namun saat korban hendak berdiri tiba-tiba korban terjatuh ke belakang dan kejang-kejang, setelah itu diam tidak bergerak. Melihat hal tersebut, Agus memberitahu Satun, selanjutnya manager rumah makan tersebut memberitahu satpam rumah makan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngawi Kota guna proses hukum lebih lanjut,” ujar Suyadi.

AKP Suyadi menambahkan, atas kejadian tersebut, petugas operasional Polsek Ngawi Kota bersama tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint System) Polres Ngawi beserta petugas dari RSUD dr. Soeroto Ngawi langsung menuju TKP untuk melakukan identifikasi dan penyelidikan.

“Setelah dilakukan identifikasi oleh petugas kepolisian dari Inafis Polres Ngawi, diketahui korban bernama Wahyudianto (48) laki-laki karyawan swasta asal Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi diduga bahwa korban meninggal dunia karena sakit,” terang Kapolsek Ngawi kota.

Suyadi mengungkapkan, guna memastikan penyebab tewasnya korban, petugas kami kemudian membawa jenazah korban ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dokter Soeroto Ngawi untuk dilakukan visum.

“Dari hasil pemeriksaan luar jenasah oleh dr. Bimo ahli Forensik RSUD dr. Soeroto Ngawi menerangkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenasah korban, diduga korban meninggal karena mengalami serangan jantung,” tandas Suyadi.

Dari peristiwa tersebut, pihak keluarga korban telah menerimanya sebagai musibah dan menyatakan tidak menuntut kepada pihak manapun, selanjutnya jenazah Wahyudianto diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan secara layak.

Terjadi Lagi, Penumpang Bus Mendadak Meninggal di Ngawi

NGAWI, Metasatu.com – Terjadi lagi, penumpang bus mendadak meninggal di Ngawi. Setelah Minggu (22/5/2022) ada penumpang bus yang meninggal di dalam bus patas.

Kali ini pada Senin (23/5/2022) pukul 19.00 WIB telah ditemukan lagi orang meninggal dunia di halaman rumah makan Duta 1 tepatnya dusun Gemarang desa Watualang Ngawi, saat penumpang bus patas tersebut transit untuk makan.

Ketika dikonfirmasi Kapolsek Ngawi Kota AKP Suyadi, S.H., pihaknya mendapatkan keterangan tentang keberadaan korban dari Satun manager rumah makan Duta 1. Berbekal informasi dari wanita berusia 40 tahun ini, petugas operasional Polsek Ngawi Kota langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan dan evakuasi terhadap jasad korban.

AKP Suyadi mengatakan, korban pertama kali diketahui meninggal dunia setelah Agus (42), sopir bus EKA nomor Polisi S-7859-US, asal Desa Kepanjen, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang yang sudah mengenal korban menghampiri dan menyalami korban hendak mengajak korban untuk minum kopi di dalam rumah makan sebelum bus melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

“Namun saat korban hendak berdiri tiba-tiba korban terjatuh ke belakang dan kejang-kejang, setelah itu diam tidak bergerrak. Melihat hal tersebut, Agus memberitahu Satun, selanjutnya manager rumah makan tersebut memberitahu satpam rumah makan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngawi Kota guna proses hukum lebih lanjut,” ujar Suyadi.

AKP Suyadi menambahkan, atas kejadian tersebut, petugas operasional Polsek Ngawi Kota bersama tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint System) Polres Ngawi beserta petugas dari RSUD dr. Soeroto Ngawi langsung menuju TKP untuk melakukan identifikasi dan penyelidikan.

“Setelah dilakukan identifikasi oleh petugas kepolisian dari Inafis Polres Ngawi, diketahui korban bernama Wahyudianto (48) laki-laki karyawan swasta asal Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi diduga bahwa korban meninggal dunia karena sakit,” terang Kapolsek Ngawi kota.

Suyadi mengungkapkan, guna memastikan penyebab tewasnya korban, petugas kami kemudian membawa jenazah korban ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dokter Soeroto Ngawi untuk dilakukan visum.

“Dari hasil pemeriksaan luar jenasah oleh dr. Bimo ahli ForensikĀ RSUD dr. Soeroto Ngawi menerangkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenasah korban, diduga korban meninggal karena mengalami serangan jantung,” tandas AKP Suyadi.

Dari peristiwa tersebut, pihak keluarga korban telah menerimanya sebagai musibah dan menyatakan tidak menuntut kepada pihak manapun, selanjutnya jenasah Wahyudianto diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan secara layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.