Zona Merah Kasus Stunting, TP PKK Lumajang Gencarkan Inovasi “Gessit”

Penulis:   Komariah | Editor:  Komariah
oleh
Ketua TP-PKK Lumajang (Ning Farin) bersama peserta posyandu. Foto : Dok. Pemkab

LUMAJANG, Metasatu.com — Ditetapkan sebagai zona merah kasus stunting, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui TP PKK Lumajang terus menggencarkan kegiatan-kegiatan untuk menekan angka stunting di wilayahnya, salah satunya melalui Inovasi Gerakan Sigap Stunting Ibu dan Baduta Terdampingi (Gessit).

Dalam pelaksanaannya, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lumajang Musfarinah Thoriq (Ning Farin) meminta agar seluruh kader PKK di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus bergerak bersama untuk mengatasi masalah ini.

“Hari ini informasinya kita berada di zona merah terkait stunting, ini menjadi PR kita bersama, bukan hanya dinas kesehatan dan rumah sakit saja, akan tetapi PKK yang kadernya di tingkat dasa wisma dan posyandu harus bergerak bersama dan sejalan bersama,” ujar Ning Farin, saat memberikan arahan pada kegiatan penguatan pendampingan “Gessit” di Panti PKK Lumajang, Selasa (5/7/2022).

Ning Farin juga mengatakan, bahwa inovasi itu sendiri digagas untuk melakukan pendampingan mulai calon ibu, ibu hamil, ibu menyusui dan baduta dalam menerima asupan makanan dengan gizi seimbang, pola asuh ketersediaan dan konsumsi rumah tangga melalui lahan pawon urip sampai ke tingkat dasa wisma.

Adapun kegiatan atau pertemuan kali ini merupakan penguatan terkait hasil dari asesmen yang telah dilakukan oleh TP PKK.

“Jadi ada penambahan ilmu yang kita dapatkan terkait apa evaluasi pendampingan stunting yang sudah kita lakukan selama ini,” jelasnya.

Dirinya juga mengharapkan, agar pertemuan kali ini dapat menjadi bagian kesepahaman bersama, dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Lumajang.

“Kami berharap ini menjadi bagian dari kesepahaman bersama tentang bagaimana sebenarnya kita mengevaluasi dari tahapan-tahapan dan yang sudah dilakukan, sekaligus mencari solusi dari permasalahan yang ditemui oleh kader di setiap posyandu masing-masing,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Farin juga meminta agar kader PKK di semua tingkatan, khususnya kader Posyandu dapat mempunyai target dan capaian dalam melakukan pendampingan di wilayahnya masing-masing.

“Mulai asesmen, kegiatan hari ini hingga beberapa bulan ke depan khususnya akhir 2022, di masing-masing posyandu harus ada laporan terkait pendampingan yang sudah dilakukan. Jadi bukan hanya sekedar kita melaksanakan program akan tetapi harus ada target dan capaian terkait isu-isu nasional yang hari ini kita menjadi bagian dari zona merah,” terang dia.

Sementara itu, Ketua Pokja 4 TP PKK Kabupaten Lumajang, Rosaliya Gayatri Wibowo mengungkapkan, bahwa tujuan umum kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kapasitas kader PKK dalam rangka pencegahan balita stunting dan penurunan AKI/AKB.

“Adapun tujuan khususnya adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman kader PKK dan ibu baduta tentang pendampingan konsumsi makanan dengan menu gizi seimbang untuk bumil, balita dan keluarga dalam upaya mencegah menanggulangi balita stunting,” jelasnya.

Kegiatan itu diikuti sejumlah 60 peserta dengan 10 desa lokus stunting yang terdiri dari ketua TP PKK kecamatan dan desa, ketua Pokja 4 Desa, kader Posyandu masing -masing dua baduta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.