Softbank Mundur, Proyek IKN Nusantara Andalkan APBN?

Penulis:   Yon Bayu Wahyono | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Petinggi Softbank saat diterima di istana. Foto: Tempo

JAKARTA, Metasatu.com – Berita mengejutkan datang dari Softbank. Investor dari Jepang itu batal mengucurkan dananya untuk investasi di proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur.

Pembatalan itu disampaikan pihak Softbank, Jumat (11/3.2022). Keputusan tersebut mengejutkan karena sebelumnya pemerintah telah menunjuk CEO Softbank Masayoshi Son sebagai Ketua Dewan Pengarah IKN.

Padahal nilai yang semula akan diinvestasikan tidak main-main. Menurut Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Softbank mendesak untuk segera menginvetasikan dananya sebesar US$ 100 miliar.

“Dia (CEO Softbank Masayoshi Son) mendesak saya terus. Dia mau investasi sampai US$ 100 miliar. Bagi saya ini too good to be true,” ujar Luhut pada awal Januari 2020 silam.

Dengan mundurnya Softbank, menurut Ketua Tim Komunikasi IKN, Sidik Pramono, pemerintah tetap akan mengandalkan pendanaan dari berbagai sumber untuk membiayai pembangunan infrastruktur IKN..

“Pada prinsipnya, pembiayaan pembangunan IKN bisa berasal dari APBN dan sumber-sumbr pendanaan lain yang sah menurut ketentuan perundang-undangan,” ujar Sidik, Sabtu (12/3/2022) seperti dikutip dari Tempo.

Kecenderungan pemerintah akan menggunakan APBN memang sudah terlihat sejak awal tahun 2022. Bahkan laman resmi IKN menyebut, rencana skema pembiayaan pembangunan IKN Nusantara hingga 2024 dibebankan pada APBN sebesar 53,3 persen.

Sisanya, dana didapat dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha KPBU, swasta, dan BUMN sebesar 46,7 persen. Dana dari APBN, disebut akan difokuskan untuk penyediaan kebutuhan dasar pemerintahan.

Hal ini berbeda dengan pernyataan Presiden Joko Widodo sebelumnya di mana proyek IKN tidak akan membebani APBN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.