Siapa Layak Memimpin Cilacap?

Penulis:   Gita Fetty Utami  | Editor:  Gita FU
oleh
Awaluddin Muuri dan Supriyanto
Awaluddin Muuri dan Supriyanto. Foto: ist

Metasatu.com – Kabupaten Cilacap memiliki potensi besar sebagai penopang perekonomian kawasan selatan Jawa Tengah, sehingga posisi Penjabat (Pj) Bupati Cilacap harus diduduki sosok yang mumpuni. Apakah sejumlah nama yang telah beredar untuk menduduki Cilacap 1 selepas masa bakti Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji berakhir November 2022 mendatang, sudah memenuhi syarat dan kriteria itu?

Saat ini sedikitnya sudah dua nama digadang-gadang layak menjadi Pj Bupati Cilacap. Nama pertama adalah Supriyanto, mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap. Supriyanto dianggap cakap memimpin Cilacap setelah sukses mengembangkan sektor pertanian di Cilacap.

Nama Supriyanto semakin diperhitungkan setelah sukses mengikuti lelang jabatan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.

Nama kedua tentu saja Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri. Secara kepangkatan, pengalaman dan kemampuannya mengorganisasi dan mengharmonisasikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Setda Cilacap, tidak perlu diragukan lagi.

Sebagai pejabat karir, jiwa leadership Muuri sudah melekat sehingga tidak akan kesulitan manakala diberi amanah untuk memimpin Kota Bercahaya.

Kedua sosok tersebut telah memenuhi syarat administrasi maupun kepangkatan sebagai Pj. Seperti diketahui syarat menjadi PJ adalah Pimpinan Tinggi Pratama di kabupaten/kota atau pejabat eselon 2 tingkat provinsi.

Secara kedinasan, Supriyanto memiliki kans lebih besar karena faktor kedekatan dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Seperti diketahui, Pj bupati/wali kota diusulkan oleh gubernur kepada presiden melalui Kementerian Dalam Negeri. Mendagri, atas persetujuan presiden, kemudian memilih.

Namun dari beberapa kasus sebelumnya, Mendagri bisa saja memilih calon di luar yang diusulkan gubernur. Contohnya Pj Muna Barat dan Buton Selatan di Sulawesi Tenggara yang bukan merupakan usulan Gubernur Ali Mazi, sehingga sempat menimbulkan friksi.

Bahkan di daerah lain, Mendagri Tito Karnavian tidak segan-segan menunjuk pejabat dari lingkungan Kementerian Dalam Negeri, termasuk anggota TNI/Polri aktif yang oleh sebagian kalangan dianggap menyalahi aturan.

Dari perspektif ini, maka kedekatan dengan gubernur selaku pengusul, bukan jaminan untuk mendapatkan posisi Pj Bupati Cilacap. Bahkan jika faktor kedekatan dijadikan tolok-ukur mutlak, maka akan menimbulkan persepsi yang kurang baik di tengah masyarakat karena seolah mengabaikan faktor kecakapan dan kesesuaian kebutuhan dengan kondisi Cilacap.

Siapa pun yang kelak ditunjuk menjadi Pj Bupati Cilacap haruslah pejabat yang mumpuni, paham potensi dan karakteristik daerah, mampu mengorganisir sumber daya yang ada, dan yang paling penting langsung ‘nyetel’ dengan semua pejabat di lingkungan Setda Cilacap, jajaran Forkompinda Cilacap, dan diterima oleh masyarakat Cilacap.

Sebab masa jabatan Pj bupati hanya setahun. Meski bisa diperpanjang oleh Mendagri, namun sangat disayangkan jika Pj bupati hasil droping dari daerah lain, apalagi dari pemerintah pusat. Sebab butuh adaptasi yang membutuhkan waktu lama.

Kita berharap, siapa pun yang kelak memimpin sampai dengan dilaksanakannya Pilkada Cilacap 2024, harus benar-benar dapat memaksimalkan potensi yang ada dan mampu mengatasi berbagai persoalan yang ada.

One thought on “Siapa Layak Memimpin Cilacap?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *