Sekda Awaluddin Muuri: Ada Perbedaan Persepsi antara Pansel dan KASN

Penulis:   Gita Fetty Utami  | Editor:  Gita FU
oleh
Sekda Cilacap Awaluddin Muuri
Sekda Cilacap Awaluddin Muuri di ruang kerjanya. Foto: GFU

CILACAP, Metasatu.com — Gonjang-ganjing Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama terus bergulir. Kali ini Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri, yang juga Ketua Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama menyebut ada perbedaan persepsi antara Pansel dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Secara khusus Muuri menyoroti ramainya pemberitaan terkait pencoretan semua calon di dua OPD, yakni Dinas Perikanan (Disperka) serta Dinas Pangan dan Perkebunan (Dispabun) yang dikesankan kerja Pansel kurang profesional sehingga proses bidding di 2 OPD tersebut harus diulang.

Menurut Muuri, seleksi terbuka JPT Pratama untuk posisi 7 kepala OPD sudah melalui proses sesuai aturan yang berlaku.

“Namun ternyata dalam penafsiran-penafsiran ada perbedaan dengan KASN,” ujar Muuri kepada Metasatu, akhir pekan lalu, di ruang kerja kerjanya

Muuri menambahkan, saat proses sudah menghasilkan 3 besar di 7 OPD, Pansel menyerahkan pada Bupati. Kemudian Bupati meminta rekomendasi KASN terlebih dahulu, ucap Sekda.

Namun kali itu berbeda dari biasanya. Sebab akibat aduan dari masyarakat Cilacap, bahwa proses berjalan tidak sesuai aturan, maka turunlah Bidang Pengaduan KASN ke Cilacap untuk memeriksa.

“Termasuk saya dimintai keterangan. Setelah selesai hasilnya dirapatkan. Intinya ada 2 jabatan yang dari 3 besar calonnya dinyatakan tidak ada yang linier dari segi pendidikan,” ungkap Sekda.

Perbedaan Persepsi

Awaluddin menyebut, di titik inilah adanya perbedaan persepsi antara pihak Pansel dan KASN. Baginya pejabat setingkat Camat bisa saja menduduki Kepala Dinas Perikanan maupun Dinas Pangan dan Perkebunan.

“Karena Camat ngurusi apa saja di wilayahnya termasuk kebun-kebun dan perikanan. Tapi KASN berpendapat berbeda, ya kita patuh,” tuturnya.

Proses seleksi terbuka sendiri sudah mulai berjalan, kata Awaluddin. Semua diulang dari awal termasuk pembentukan anggota Pansel, karena dimungkinkan ada pergantian posisi.

Kelak pengumuman seleksi terbuka akan dilakukan bersamaan dengan posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang ditinggal pensiun oleh pejabatnya. Total lowongan adalah 5 jabatan, urai Sekda.

Mutasi Internal Pejabat

Selain tengah mempersiapkan seleksi terbuka mendatang, Pansel pun diketahui tengah menjalankan asesmen sejumlah pejabat, guna mutasi internal Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Cilacap tahun 2022.

Seperti diberitakan  oleh Metasatu sebelumnya, dua pejabat yang menjalankan asesmen pada Selasa (28/6/2022), diduga melanggar Edaran (SE) Men-PAN RB Nomor 52 Tahun 2022. Sebab saat dilakukan proses uji kompetensi tersebut masa jabatannya belum satu tahun.

Padahal berdasar SE Men-PAN RB, terutama pada poin persyaratan disebutkan mutasi internal atau eksternal dapat dilakukan dengan syarat minimal telah menduduki jabatan pimpinan tinggi satu tahun sejak dilantik.

Sekda menyanggah dugaan tersebut. Menurutnya poin minimal satu tahun itu dihitung sejak tanggal dilantik, bukan pada saat melakukan proses asesmen.

“Nanti kita hitung bareng ya kapan satu tahunnya. Satu tahunnya per 2 Agustus. Kalau kurang dari itu silakan protes ke KASN. Saya sebagai Ketua Pansel juga tidak mau disalahkan KASN dua kali,” jawabnya.

Ia menyebut tak masalah jika proses seleksi dimulai sebelum 1 tahun menjabat. Yang terpenting tanggal dilantiknya nanti tidak kurang dari setahun.

Baca juga: Proses Mutasi Pejabat Diduga Langgar Syarat SE Men-PAN RB

One thought on “Sekda Awaluddin Muuri: Ada Perbedaan Persepsi antara Pansel dan KASN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *