Satpol PP Kota Metro Amankan 5 Manusia Silver

Penulis:   Naim Emel Prahana | Editor:  NEP
oleh
LIMA remaja manusia silver yang sering ngamen di prapatan lampu merah Mulyojati, Metro Barat, Kota Metro diamankan pihak Pol PP

METRO, Metasatu.com—Diamankannya lima manusia silver yang sering beroperasi ngamen di lampu-lampu merah jalanan di Kota Metro dinilai masyarakat perlu adanya perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Metro untuk menjadikan kota terbesar kedua di Lampung itu layak disebut Kota Layak Anak (KLA).

Apalagi usai diamankannya manusia silver oleh petugas Sat Pol PP Kota Metro memberikan indikasi adanya praktek eksploatasi anak untuk dijadikan pengamen dengan berbagai versi penampilan, termasuk manusia silver.

Penangkapan terhadap 5 manusia silver pada razia rutin pihak Pol PP, Jumat (3/6/2022) malam, perlu ditindaklanjuti oleh dinas terkait, bagaimana menangani anak-anak sekolah yang melakukan pekerjaan yang tidak ada kaitannya dengan pelajaran.

Usai mengamankan kelima manusia silver, kemudian dibawa ke kantor Pol PP guna  dilakukan pendataan dan pembinaan. Dua dari lima manusia silver yang diintriogasi ternyata masih usia SD. Bahkan, masih kakak beradik kandung warga Mulyojati, Kecamatan Metro Barat.

“Kami harap masyarakat Kota Metro dapat melaporkan jika ditemukan hal seperti ini, Dapat sama-sama kita lihat bahwa mereka masih dibawah umur,” harap Kabid Trantibum, Yansius Hutabarat mendampingi Kasat Pol PP Kota Metro, H Imron.

Yansius mengatakan, manusia silver yang terjaring razia itu seharusnya fokus pada sekolah lantaran masih berusia di bawah 17 tahun.

“Kami akan laporkan ke pimpinan dan akan mengembangkan masalahnya, karena seyogyanya anak-anak di bawah umur ini sekolah,” tambah Yansius.

Ketika ditanya tentang oleh Yansius ada indikasi eksploitasi anak, dia mengatakan belum dapat memastikan. “Pihaknya akan kembali mendalami alasan anak di bawah umur tersebut menjadi manusia silver,” ujar Yansius.

“Kami belum dapat menyimpulkan ada indikasi ekploitasi anak atau komunitas yang dimaksud. Sebab, keterangan dari mereka perlu perlu dikaji dulu, jika nanti mengarah ke sana tentunya akan kami laporkan,” jelasnya.

Usai diintrogasi kelima manusia silver dikembalikan kepada orangtua mereka.

“Jadi semalam kita lakukan pembinaan dan akan kita kembalikan kepada orangtuanya,” tandasnya.

Salah satu manusia silver berinisial BF (14) warga Karang Anyar, Lampung Selatan, mengaku baru dua hari beroperasi di Metro di bawah koordinator. Uang yang BF dan rekannya peroleh rata-rata sebanyak Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per hari. Sayangnya, ia harus membagi setiap uang dari hasil keringatnya sebanyak Rp50 ribu kepada seseorang berinisial N sebagai jasa pengamanan.

“Saya baru dua hari di Metro sebelumnya di Plawi, lLangsung ditangkap Pol-PP,” cerita BF.

Dari pengakuan BF tersebut ada dugaankuat Praktek eksploitasi anak di Bumi Sai Wawai. Bahkan, BF mengaku harus menyerahkan uangnya sebesar Rp50 ribu per hari walaupun tidak beroperasi.

“Yang koordinir pak Nasib itu, kita setor Rp50 Ribu sehari ke bapak Nasib itu. Jadi operasi gak operasi ya tetap setor. Kita operasi kadang dua orang kadang tiga orang. Kita operasi di lampu merah 16C,” katanya sedih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.