Satpol PP dan Polisi Garuk Puluhan Pelajar Pesta Miras Malam Takbiran

Penulis:   NEP | Editor:  Naim Emel Prahana
oleh

METRO, Metasatu.com—Puluhan remaja pesta minuman keras (miras) dan remaja (bukan Pasutri) digaruk pihak Polisi Pamongparaja (Pol PP) bersama petugas polisi dari Polres Kota Metro dalam operasi yustisi malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 H.

Operasi Yustisi tersebut, pihak Pol PP dan Kepolisian menyisir kawasan seperti rumah kost, hotel dam tempat karaoke yang sering dilaporkan oleh warga masyarakat, petugas operasi itu dibagi tiga tim yang menyebar ke seluruh Kecamatan di Metro, Sabtu (9/7/2022) tengah malam.

Akhirnya petugas Pol PP dan polisi berhasil mengamankan 22 remaja dari beberapa tempat (rumah) kost, dari jumlah itu sebanyak 14 remaja diamankan saat pesta miras dan 8 remaja (4 pasangan) ditemukan dalam kamar, padahal bukan pasutri.

Kemudian, 10 remaja digaruk saat asyik pesta miras di rumah kost di Jl Kenanga, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat terdiri dari 6 pelajar baru masuk di SMK Muhammadiyah 2 Kota Metro, 2 pelajar SMKN 1 Sukadana dan 2 remaja baru lulus sekolah.

Selanjutnya, selain itu, petugas gabungan juga mengamankan 6 orang pasangan remaja bukan suami istri dari sejumlah kamar kost di di Jl Mandiri 2 Kelurahan Mulyojati Kecamatan Metro Barat.

Di rumah kost tersebut satu pasangan dengan identitas nikah sirih, juga diamankan petugas. Petugas gabungan berhasil mengamankan 4 remaja dari wilayah Kecamatan Metro Timur saat asyik mengkonsumsi miras di kosan.

Kasat Pol PP Kota Metro, H Imron menjelaskan, operasi gabungan menyambut hari raya Idul Adha 1443 H dilakukan menindaklanjuti keluhan masyarakat atas maraknya aktivitas negatif penghuni rumah kost di Metro.

“Operasi kami hari itu bersifat rutin dan menindaklanjuti hal-hal yang sudah viral di facebook mengatakan, di kost-kostan ada prostitusi dan itu meresahkan masyarakat,” jelasnya.

Kami, kata Imron terbagi jadi tiga tim, bergerak mengecek semua laporan dan lokasi kita ada di kost-kostan, hotel, tempat karaoke dan lainnya, katanya Minggu (10/7/2022) dini hari.

Dalam razia gabungan itu sebanyak 22 orang diamankan ke kantor Satpol PP Kota Metro akan dilakukan pembinaan dan pemanggilan orangtua mereka.

“Perlu kami tegaskan, Kota Metro ini harus kita jaga bersama. Tadi kami sempat berkoordinasi dengan pihak Polres Metro untuk mendampingi kami di lapangan,” tambah Imron.

“Ada satu pasangan yang kita amankan, penjelasannya nikah sirih, kalau secara agama ya sah tapi kalau secara pemerintahan dia belum tercatat oleh karena itu kami merasa perlu memanggil orangtuanya untuk membuktikan kebenaran tersebut,” tegas Kasat Pol PP itu lagi.

Dikatakan Imron, keempat remaja bukan Pasutri yang diamankan dari kamar kost masing-masing berinisial SI (30) warga Purbolinggo, Lampung Timur dan SE (31) warga Trimurjo, Lampung Tengah, AS (27) warga Metro Utara dan LNW (26) warga Bumi Nuban, Lampung Timur.

Selanjutnya, DS (23) warga Gondangrejo, Pekalongan, Lampung Timur dan EP (22) warga Banjarsari, Metro Utara. Sedangkan pasangan nikah sirih berinisial DA (39) warga Tanjungkarang dan AK (33) warga Purbolinggo, Lampung Timur.

Juga, ikut digaruk 5 pelajar kelas 10 SMK Muhammadiyah 2 Metro terdiri dari dan 1 pelajar kelas 12 berinisial YFP (17), DA (15), RER (15), PM (15), MBJA (15), dan RAK (15).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.