Sadis, Pelaku Jambret di Tempeh Dorong Korban hingga Tewas

Penulis:   Komariah | Editor:  Komariah
oleh
Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu dan komplotan jambret di usai gelar konferensi pers di Loby Mapolres Lumajang. Foto : Humas

LUMAJANG, Metasatu.com — Satreskrim Polres Lumajang berhasil mengamankan komplotan jambret lintas wilayah yang beraksi di beberapa TKP.

Tiga orang berhasil diamankan masing- masing AG, MA dan RIK. Sedangkan satu orang lainnya berinisial RIO masih Buron. Saat diinterogasi petugas, demi melancarkan aksinya di wilayah Kecamatan Tempeh, salah satu pelaku melakukan kekerasan hingga menyebabkan satu korban tewas di tempat.

Demikian dikatakan Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, SIK,MH, saat gelar konferensi pers ungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) di Loby Mapolre Lumajang pada Senin (9/5/2022) siang.

AKBP Dewa Putu menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari penangkapan tersangka berinisial AG, warga Kelurahan Gundi, Kecamatan Bubutan Kota Surabaya.

Tersangka AG ditangkap di jalan raya Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Pelaku ditangkap saat mengendarai motor dengan ciri fisik tersangka yang identik dengan rekaman CCTV saat tersangka melakukan aksi penjambretan di Desa Labruk Lor Kecamatan Lumajang, pada 27 April 2022 lalu.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka AG, 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Vario warna merah tahun 2019 dengan nopol W 4622 CN (sarana milik tersangka), 1 (satu) potong jaket berwarna hitam bertuliskan “VIEW onlly” (Pakaian yang di pakai tersangka) dan 1 (satu) buah helm merk Honda berwarna hitam (Helm yang dipakai tersangka).

Dijelaskan Kapolres, dalam melancarkan aksinya, tersangka menggunakan motor vario merah dengan Nopol W 4622 CN.

Kejadian bermula dari pelaku yang saat berpapasan dengan korban yang bernama Supiyah dari arah berlawanan tiba-tiba memepet korban yang saat itu dari warung dengan menuntun sepeda angin miliknya hendak pulang ke rumahnya.

Di tengah perjalanan, kalung yang dipakai korban tiba-tiba ditarik dengan keras oleh tersangka. Diduga karena shock, korban tertegun dan hanya berdiri terpaku melihat kalung miliknya dibawa kabur oleh pelaku.

Tak puas dengan pengakuan pelaku, polisi akhirnya memperoleh informasi bahwa pelaku AG dalam melancarkan aksinya tidak sendiri. Ia bersama tiga orang temannya masing-masing berinisial MA warga Banyu urip Kota Surabaya , RIK warga Dupak Surabaya dan RIO.

“Dari pengakuan pelaku diketahui sebelumnya mereka juga melakukan penjambretan di wilayah Kecamatan Tempeh yang menyebabkan suami dari korban penjambretan meninggal dunia,” bebernya.

Kejadian yang menimpa korban bernama Sriyati yang saat itu berboncengan dengan suaminya M. Tojianto, warga Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro tersebut terjadi di jalan Raya Warung Kutil Desa Besuk Kecamatan Tempeh, pada minggu (17/04/2022) lalu.

Saat itu pelaku yang berjumlah 4 orang tersebut mengendarai 2 sepeda motor dan dengan sengaja membuntuti korban yang saat itu dibonceng oleh suaminya, sesampainya di TKP tiba-tiba salah satu pelaku menarik kalung milik Sriyati.

Sadar kalungnya dijambret, Sriyati berteriak dan M. Tojianto pun berusaha untuk mengejar pelaku. Namun naas, salah satu pelaku menendang motor yang dikendarai oleh korban hingga oleng ke kiri dan menabrak mobil pick up yang sedang diparkir di depan warung pinggir jalan. Diduga kuatnya benturan, mengakibatkan M. Tojianto tewas di tempat kejadian.

Saat ini terhadap ketiga tersangka dilakukan penahanan dan satu lainnya ditetapkan sebagai DPO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.