Rakyat Menolak Penundaan Pemilu dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Penulis:   Yon Bayu Wahyono | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Rakyat menolak pemilu diundur. Foto: Ist

Metasatu.com – Hasil survei sejumlah lembaga menemukan fakta bahwa mayoritas rakyat menolak wacana penundaan Pemilu 2024 dan penambahan masa jabatan presiden. Ditambah suara-suara para penggiat demokrasi hingga pakar, meskinya sudah cukup untuk menyudahi upaya-upaya sistematis untuk melanggengkan kekuasaan yang ditengarai dilakukan segelintir pejabat di lingkar Istana.

Hasil survei Litbang Kompas, Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) hingga Indikator Politik Indonesia, secara gamblang mematahkan klaim-klaim yang terus didengungkan pejabat dan sejumlah petinggi partai politik. Bahkan dalam survei SMRC ditemukan mayoritas pemilih Jokowi-Ma’ruf Amin menolak ide perpanjangan masa jabatan presiden.

Dengan demikian klaim big data yang disampaikan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bahwa ada 60 persen masyarakat setuju perpanjangan masa jabatan presiden hingga penundaan pemilu, sudah tidak relevan.

Pengerahan massa disertai klaim-klaim sepihak, bukan hanya tidak tepat, namun sungguh-sungguh mencederai nalar demokrasi. Mereka yang melakukan hal itu seolah sudah lupa bagaimana akhir dari kekuasaan rezim terdahulu karena gemar memanipulasi opini publik melalui cara-cara kotor tersebut.

Politisi, terlebih yang sedang berkuasa, hendaknya memiliki kesadaran dan ketaatan pada rule of game, dan moral yang baik. Meski memiliki resource, bukan berarti dapat melakukan segala hal, menghalalkan segala cara demi melanggengkan kekuasaannya. Tanpa kesadaran akan hal itu, penguasa akan mudah tergelincir menjadi diktator.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama 2 periode harus kita jaga bersama. Tidak boleh diutak-atik, baik dikurangi maupun ditambah dengan alasan apa pun. Jangan gunakan pandemi untuk melanggengkan kekuasaan. Jangan manipulasi kesengsaraan rakyat untuk memenuhi hasrat pribadi.

Mari bersama-sama merawat demokasi yang sudah susah payah kita bangun. Merawat akal sehat dengan membuang sifat serakah. Kekuasaan harus dibatasi agar tidak disalahgunakan. Indonesia terlalu besar jika dikorbankan hanya demi memenuhi nafsu serakah satu-dua orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.