Psikolog: Kesehatan Mental adalah Urusan Semua Orang

Penulis:   Gita Fetty Utami | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Ilustrasi kesehatan mental.

Metasatu.com — Kasus penganiayaan dan pembunuhan anak yang dilakukan ibu kandungnya sendiri di Tonjong, Brebes, Minggu (20/3/2022) dini hari, membetot perhatian khalayak luas.

Pasalnya dari video pengakuan yang beredar, terlihat cara bicara, ekspresi dan bahasa tubuh yang janggal dari KU (40) si pelaku. Tak pelak isu gangguan kesehatan mental hingga depresi pun mencuat.

Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto dalam konferensi pers, Selasa (22/3/2022) sore, mengungkapkan pelaku kini tengah didalami kondisi kejiwaannya di RSUD dr. Soeselo, Tegal.

Wartawan Metasatu Gita Fetty Utami  mewawancarai   Mufliha Fahmi, MPsi, seorang psikolog klinis lulusan UGM untuk mengetahui lebih lanjut perkara kesehatan mental. Berikut petikan percakapan yang dilakukan melalui telepon, Selasa (22/3) malam.

Apa saja faktor yang digunakan sebagai indikator awal seseorang tidak sehat mentalnya?

Ada alat yang biasa digunakan untuk pemeriksaan kejiwaan. Salah satunya MMPI.

Prinsip sehat mental itu adalah seseorang merespon stimulus sebagaimana mestinya. Kalo ada stimulus sedih, ya responnya sedih. Kalo stimulus senang, ya responnya ya senang.

Tapi kalo seseorang merespon sesuatu tidak sebagaimana mestinya, misalnya seseorang malah merasa senang saat orang yang dicintai meninggal dunia, itu menjadi indikator ada masalah dengan kesehatan mental. Tapi untuk lebih spesifik gangguan jiwa apa yang dialami, tentu butuh pemeriksaan.

Alat bernama MMPI ini bentuknya apa? Apakah mekanik atau berupa serangkaian pertanyaan tes?

Itu tes non-proyektif, Mbak. Ada dua pernyataan dan kita memilih pernyataan yang paling sesuai dengan diri kita.

Biasanya untuk kasus seperti KU, berapa lama waktu pemeriksaannya?

Pengerjaan MMPI rata-rata sekitar 1-2 jam. Interpretasi oleh psikiater yang mungkin memakan waktu. Berapa lamanya aku kurang tahu.

 Apakah Mbak punya opini tersendiri soal  kesehatan mental perempuan dalam rumah tangga?

Hmm oke, aku sampaikan ini saja. Sebenarnya ini nggak spesifik soal perempuan. Intinya, kesehatan mental itu sangat kompleks. Ia melibatkan kerentanan individu dan stressor di lingkungan. Perubahan-perubahan fase kehidupan bisa menjadi salah satu stressor.

Dalam konteks perempuan, perubahan-perubahan itu banyak sekali, baik secara biologis maupun psikososial. Itu yang bikin kesehatan mental perempuan itu menjadi hal yang sangat penting diperhatikan.

Dan juga, kesehatan mental itu nggak cuma urusan individu, tapi urusan semua orang. Semua orang harus care, nggak cuma care dengan kesehatan mental dirinya sendiri, tapi juga dengan kesehatan mental orang-orang di sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.