Polsek Metro Pusat Ringkus Dua Residivis Pelaku Bobol Rumah

Penulis:   Naim Emel Prahana | Editor:  NEP
oleh
AK dan WD untuk kedua kalinya ditangkap polisi karena membobol rumah di Jl Cut Nyak Dhin Kelurahan Imopuro kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Foto: ist/NEP

METRO, Metasatu.com—Petualang dua residivis pelaku pembobol rumah terhenti ketika keduanya diringkus Polisi dari Polsek Metro Barat, Kota Metro di tempat terpisah.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Metro Pusat, Iptu Erson Hamzah mendampingi Kapolres Kota Metro, AKBP Yuni Iswandari Yuyun, Senin (30/5/2022) menjelaskan kedua residivis diamankan pada Jumat (27/5/2022) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Kasus yang dilakukan kedua pelaku adalah pencurian dengan pemberatan (curat), spesialis bobol rumah,” ungkap Erson.

Keduanya, kata Kapolsek merupakan warga Kelurahan Hadimulyo 22 Metro Pusat Kota Metro masing-masing AK (22) dan WD (39).

Dalam penjelasan Kapolsek Metro Pusat yang disampaikan oleh Kanit Reskrim, Ipda Wiwid disebutkan AK diringkus di halte Bunderan 24 Kelurahan Tejoagung, Metro Timur dan WD diamankan di areal parkir Chandra Supermarket.

“Ketika dilakukan penangkapan kedua residivis tidak melakukan perlawanan,” terang Wiwid.

Dikatakan pihak kepolisian, kedua pelaku ditangkap untuk kedua kalinya dalam kasus yang sama, keduanya merupakan pelaku curat dengan aksi kejahatan membobol  sebuah rumah di kawasan Jl Cut Nyak Dien No 109, RT/RW 003/001 Kelurahan Imopuro, Metro Pusat pada 21 April 2022 lalu.

“sebelum melakukan aksi curatnya, kedua pelaku terlebih dulu mengintai dan mengwasi rumah korban. Setelah pemilik rumah (korban) pergi, keduanya beraksi,” ungkap Kapolsek.

Modusnya, kedua pelaku beraksi memanjat pagar rumah, kemudian masuk ke dalam rumah dengan merusak pintu depan rumah,” tambah petugas.

Dalam keterangan rincinya, Iptu Erson mengatakan, kedua residivis pelaku curat spesialis rumah di Jl Cut Nyak Dhine berhasil membawa 1 Unit Sepeda Motor Matic Merk Vario, 2 Unit Handphone Android, dan 1 Power Bank. Akibat kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian mencapai Rp 20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah).

Kasus yang melilit kedua pelaku sebelumnya merupakan kasus curat sebuah conter Handphone dan baru bebas dari LP Februari 2022 lalu. Kini, kedua pelaku terancam hukumam sesuai pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.