Residivis Pengedaran Narkoba di Metro Kembali Ditangkap

Penulis:   Naim Emel Prahana | Editor:  NEP
oleh
AH, residivis pengedar narkoba. Foto: Ist

METRO, Metasatu.com—Seorang residivis warga Jl Selagai No 17 RT 003 RW 002 Kelurahan Iringmulyo 15A, Metro Timur Kota Metro, kembali ditangkap pihak Serse Narkoba Polres Metro berinisial AH (44).

Penagkapan residivis itu menurut Kasat Narkoba Polres Metro, Iptu Abdullah Efendi Siregar melalui Kaur Bin Ops (KBO) IPDA Gunarto SH, Selasa (29/3/2022) mengatakan, terduga ditangkap di rumahnya 23 Maret 2022 lalu sekitar pukul 15.00 WIB.

Gunarto mengatakan, AH merupakan seorang resedivis yang berulang kali ke luar masuk bui. Saat dilakukan penggeledahan, Polisi mendapati barang bukti berupa 8 paket sabu siap edar.

“Pada saat dilakukan penggeledahan terhadap badan, pakaian, serta rumah terlapor ditemukan barang bukti 8 paket narkoba jenis sabu siap diedarkan,” jelas Gunarto.

Barang bukti narkoba itu ditemukan dalam sebuah wadah suplemen merk CDR dan dua plastik klip bening kosong.

“Setelah ditimbang, total seluruhnya seberat 0,67 gram. Narkoba itu sudah terbagi-bagi menjadi 8 paket,” ujarnya.

Kepada polisi, tersangka yang tidak punya perkerjaan tetap alias pengangguran itu mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang bandar di wilayah Gunung Sugih Baru.

“Dari pengakuannya, tersangka ini mengambil narkoba jenis sabu dari seseorang di daerah Gunung Sugih Baru. Dia beli seharga Rp 1 Juta yang nantinya akan dipecah-pecah untuk dijual kembali,” terang Gunarto.

KBO Satnarkoba Polres Metro juga menerangkan bahwa paket sabu yang dibelinya itu akan dijual kembali seharga Rp 200 Ribu per paket.

“Beli Rp1 juta, kemudian di pecah jadi 9 klip. Yang satu klip untuk dikonsumsi sendiri dan yang 8 klip untuk dijual kembali. Narkoba itu untuk dijual lagi seharga Rp 200 Ribu per klip,” ungkap Gunarto lagi.

Saat ini tersangka AH berikut BB diamankan di Mapolres Metro. AH terancam pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 dengan hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.