Polisi Sempat Tembak Mobil Grabcar yang Rampas Pelaku Curas

Penulis:   NEP | Editor:  Naim Emel Prahana
oleh
Driver Grabcar Amerta Irawan bin Sujir (38) jadi korban Curat di Metro Timur saat menjalani perawatan intensif di IGD RSUD Ahmad Yani Metro. Foto: metasatu.com/NEP

METRO, Metasatu.com—Anggota Polres Kota Metro, Lampung sempat melepaskan tembakan ke arah mobil Grabcar jenis Xenia warna putih Nopol B 697 FT milik Amerta Irawan bin Sujir (38) warga Jl Lele No 3 RT/RW 01/01 Kelurahan Yosodadi, Metro Timur, Kota Metro. Mobil tersebut sebelumnya dicuri pada Kamis (24/11/2022) di wilayah Metro Timur, Kota Metro.

Petugas Polres Kota Metro yang tidak mau kehilangan jejak setelah menerima informasi adanya pencurian dengan kekerasan (curas) mengejar pelaku yang lari ke arah Batanghari—Sekampung, Lampung Timur.

Aksi kejar-kejaran empat mewarnai upaya penangkapan pelaku yang berusaha kabur dariu sergapan polisi. Berdasarkan keterangan Kapolres Metro, AKBP Yuni Iswandari Yuyun yang disampaikan Kasi Humas Polres, AKP Suliyani menjelaskan, dalam upaya penangkapan pelaku curas itu, tim gabungan Tekab 308 Polres Metro beserta unit Reskrim Polsek Metro Timur berhasil menggagalkan aksi pencurian.

“Polres Kota Metro berhasil menggagalkan aksi pembegalan atau pencurian dengan kekerasan menimpa driver Grabcar di wilayah Metro. Kejadian itu berawal ketika korban menerima orderan melalui aplikasi grab,” kata Suliyani, saat dikonfirmasi, Kamis (24/11/2022).

Diungkapkan AKP Suliyani, kronolis kejadian curas itu berawal ketika pelaku memesan layanan driver online Grabcar atas nama Fred dengan titik jemput di Jl Sultan Syahrir, Metro Timur sekitar pukul 22.30 WIB.

“Titik jemput sekaligus TKP berlokasi di Jl Sutan Syahrir—tepatnya di depan Swalayan Indo Metro Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur. Kejadiannya pada tanggal 23 November 2022 sekitar pukul 22.30 WIB,” ungkapnya.

Kemudian, setelah masuk ke dalam kendaraan tersebut, pelaku secara tiba-tiba memukul dari belakang korban seorang driver Grabcar menggunakan besi, akibat pukulan itu korban menyerahkan mobilnya dan pelaku pun pergi. Namun, korban melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib.

Setelah menerima laporan kejadian curas, tim gabungan terdiri dari Tekab 308  Satreskrim Polres Metro bersama Unit Reskrim Polsek Metro Timur melakukan pengejaran ke arah Lampung Timur dengan modal Global Positioning System (GPS) alias sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang ada di Smartphone korban.

Dari hasil pengembangan di lapangan, Unit Reskrim Polsek Metro Timur dipimpin  Kapolsek Metro Timur, AKP Janus Sitompul dan gabungan Tekab 308 melakukan pengejaran berdasarkan HP korban yang tertinggal di mobil melalui aplikasi GPS.

“Mobil yang dibawa kabur pelaku itu mengarah ke Kecamatan Batanghari dan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Dalam pengejaran, Polisi berhasil melakukan penghadangan di daerah Sekampung,” tambahnya.

Masih dari Kasi Humas, juga mengungkapkan upaya penangkapan sempat terjadi aksi kejar-kejaran dan tembak menembak ke arah kendaraan yang dikemudikan pelaku.

“Mobil korban melaju dengan kecepatan tinggi di jalan lintas Batanghari—Sekampung.  Karena pelaku tidak mau menghentikan kendaraannya, kemudian dilakukan penembakan ke arah mobil dan mengenai pintu belakang sebelah kanan. Setelah itu kendaraan berhenti dan pelaku kabur,” jelas Kasi Humas Polres Kota Metro.

Hingga kini, petugas di lapangan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku Curat yang meresahkan masyarakat Bumi Sai Wawai tersebut.

“Saat pelaku melarikan diri, kemudian kendaraan ditinggalkan tidak jauh dari lokasi penghadangan,” kata Suliyani.

Informasi hari yang diterima metasatu.com dari Kasat Reskrim Polres Metro Iptu Mangara Panjaitan mengatakan, mobil korban yang dilarikan pelaku sudah  diamankan. Hanya saja pelakunya masih melarikan diri. Kami sudah melakukan penggerebekan di rumahnya di Lampung Timur, namun pelakunya kabur.

Sedangkan saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Ahmad Yani Metro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *