Percobaan Penculikan Anak Kembali Terjadi di Kota Metro

Penulis:   Naim Emel Prahana | Editor:  NEP
oleh
Korban FRA (9) bersama sang ibu YP (33) saat menceritakan peristiwa yang dialami kepada awak media di rumahnya. Foto: Ist/NEP

METRO, Metasatu.com—Aksi percobaan penculikan anak sekolah kembali terjadi di wilayah hukum Kota Metro. Kali ini menimpa seorang murid SD Negeri di kawasan Metro Selatan berinisial FRA (9).

Berdasarkan penuturan ibu korban, kasus percobaan penculikan terhadap anaknya terjadi tanggal 1 Juni 2022 sekitar pukul 13.00 WIB saat anaknya selesai melaksanakan sholat dhuhur.

Ibu korban, YP (33) menjelaskan, dirinya cemas terhadap suasana dan kondisi keamanan di lingkungannya di daerah Metro Selatan pasca mendapat cerita dari anaknya yang baru saja lepas dari aksi penculikan.

“Kami, langsung koordinasi dengan kerabat dan aparatur lingkungan,” ujar YP.

Setelah berkoordinasi ibu korban, juga menghubungi wartawan, untuk menyebarluaskan kasus yang menimpa anaknya tersebut.

“Sehingga orangtua dan masyarakat dapat lebih waspada, khususnya mengawasi dan menjaga anak-anak mereka,” kata YP.

Ketika diminta menceritakan kejadian yang menimpanya, sambil memangku anaknya, YP mengungkapkan dirinya baru tahu apa yang dialami anaknya menjelang masuk waktu Ashar.

“Pas saya pulang dari rumah sakit, anak saya bercerita kalau tadi diri anaknya ditarik-tarik orang. Dipaksa naik mobil pikap,” tutur YP menirukan cerita anaknya, Senin (1/6/2022) di kediamannya.

Mulanya saya kurang percaya, namun anaknya cerita terus menerus dan ceritanya itu saja, saya percaya anak saya tidak bohong. Terlebih, saat dirinya meminta anaknya cerita lebih detail soal percobaan penculikan tersebut.

YP menambahkan, berkali-kali ia tanya ke anaknya, jawaban anaknya tetap sama, kalau dirinya usai sholat dhuhur didatangi orang dan berusaha menarik ke dalam mobil pikap.

Namun, ungkap YP anaknya dapat meloloskan diri saat tangannya ditarik, anaknya menggigit tangan pria yang berusaha menaikkannya ke mobil pikap, beruntung pegangan pelaku percobaan penculikan lepas karena kesakitan digigit anak saya.

Isteri dari suaminya HD (40) menambahkan bahwa anaknya sempat terlibat adegan tarik menarik sebelumnya akhirnya bisa meloloskan diri.

“Anak saya cerita, tangan dia ditarik. Terus tangan pelakunya digigit pas narik anak saya ke dalam mobilnya. Mobil yang dibawa pelakunya itu mobil pick up,” tambah YP.

YP juga mengakui mengetahui kasus percobaan penculikan pelajar SMPN 1 Metro dari kiriman WA, nggak tahunya malah anak saya yang jadi korban juga.

“Sebagai orangtua sangat berharap kepada aparat Kepolisian untuk dapat mengusut tuntas rangkaian kasus percobaan penculikan di Kota Metro, selain itu  kami   mengharapkan petugas kepolisian untuk rutin melakukan patroli hingga ke jalan di kawasan pemukiman,” harapan YP orangtua FRA.

Menurut pengakuan YP, kasus menimpa anaknya sudah dilaporkan ke RT.  Maklum, akui YP dia sehari-hari bekerja di kebun jeruk, jadi sangat mendambakan hidup di daerahnya nyaman, aman dan tentram.

Ciri—ciri pelaku yang mencoba menculik anaknya sebagaimana dituturkan ibu korban, YP. Pelaku mengenakan baju hitam kancing putih kaya preman, ada cincin di hidung. Pakai gelang dan kalung warna emas, badan kurus, jenggotan dan rambutnya gondrong gak diikat.

Kasus percobaan penculikan di Kota Metro sejak Mei—Juni 2022 sudah tiga kali yang pertama menimpa NZC (13) siswi SMP Negeri 1 Metro berinisial NZC (13), kedua terhadap anak-anak laki-laki berinisial RCW (16) pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTS) di Metro dan ketiga FRA (9) murid SD di Metro Selatan berinisial FRA (9).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.