Penumpang Bus Patas Meninggal Saat Transit di Ngawi

Penulis:   Dian  | Editor:  Dian
oleh
Polisi memeriksa korban yang meninggal di dalam bus

NGAWI, Metasatu.com – Salah satu penumpang bus Patas Eka jurusan Yogyakarta – Surabaya dengan nomor polisi S-7811-US meninggal dunia saat transit di rumah makan Duta I Ngawi. Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh kondektur bus yang kemudian melapor ke Polsek Ngawi Kota.

Setelah dilakukan identifikasi oleh petugas kepolisian dari Inafis Polres Ngawi diketahui korban yang duduk di bangku A-15 bernama Suti Harsoyo (65) warga Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Korban diketahui meninggal setelah Andri Purwanto (38) kondektur bus, Minggu (22/5/22022) malam sekira pukul 23.00 WIB. Saat itu Andri bermaksud  membangunkan korban untuk turun karena saatnya makan malam di salah satu rumah makan yang berada di Desa Watualang, Kecamatan Ngawi.

“Seperti biasa, seluruh penumpang dan kru bus transit dan diberi kesempatan untuk makan. Bapak itu dibangunkan kok tidak bangun, ya saya hubungi satpam rumah makan Duta ini,” jelas Andri.

Setelah mendapat laporan dari satpam rumah makan, petugas dari Polsek Ngawi Kota bersama Inafis Polres Ngawi dan tenaga ksehatan dari RSUD dr. Soeroto Ngawi langsung menuju TKP untuk melakukan identifikasi dan penyelidikan

“Setelah dilakukan identifikasi oleh petugas kepolisian dari Inafis Polres Ngawi, diketahui korban yang duduk di bangku A-15 bernama Suti Harsoyo (65) pria asal BTN Griya Semanggi 11 RT 03 RW 234, Desa Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pertama kali ditemukan oleh Andri Purwanto (38) kondektur bus Rka,” terang Kapolsek Ngawi Kota AKP Suyadi.

Kapolsek Ngawi mengungkapkan, dari pemeriksaan petugas, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dari dalam tas bawaan korban petugas hanya menemukan dompet, handphone dan sejumlah obat yang belum diketahui untuk kegunaanya. Hingga saat ini obat tersebut masih dalam penyelidikan petugas.

“Guna memastikan penyebab tewasnya korban, petugas kami kemudian membawa jenazah korban ke RSUD dokter Soeroto Ngawi untuk dilakukan visum, dan selesai dilakukan visum kemudian jenasah diserahkan kembali kepada keluargannya untuk dimakamkan secara layak,” tambah Suyadi.

Sementara menurut Arifin (35),  penumpang bus yang duduk di dekat korban, dirinya tak mengira kalau penumpang tersebut meninggal. Ia mengira korban susah dibangunkan karena tengah tertidur pulas.

“Tidak menyangka, ternyata teman sebangku saya udah meninggal. Tak kira tidur,” tutur Arifin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.