Penulis Asal Indonesia Raih Juara I Lomba Cerpen se-Asia Tenggara

Penulis:   Komariah | Editor:  Komariah
oleh
Dian Hariani, penulis berbakat dengan semua hasil karya tulisnya yang lolos masuk Antologi

Metasatu.com– Bisa meraih juara dalam event lomba menulis Cerpen yang diselenggarakan oleh Gabungan Komunitas Sastra se – Asia Tenggara, merupakan suatu prestasi yang sangat membanggakan bagi penulis asal Indonesia, Dian Hariani.

Tentunya, hal ini juga menjadi kebanggaan untuk dunia literasi dalam negeri.

Hal tersebut seperti disampaikannya kepada Metasatu, pada Jumat (24/6/2022), mengungkapkan rasa haru, senang dan bangga atas predikat juara yang diraihnya.

Seperti diketahui, pada Februari lalu, Dian Hariani mengikuti ajang lomba menulis Cerpen ber-genre misteri yang diselenggarakan secara online oleh Gabungan Komunitas Sastra Asean (GAKSA) di Malaysia.

Sebagai peserta perwakilan dari Indonesia, Dian Hariani berhasil meraih juara I dari hasil karya tulis, cerpennya yang berjudul ” Cermin”, berhasil menyisihkan 36 peserta yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Mengetahui kabar dirinya meraih juara I dalam event tersebut, Dian sempat tidak percaya. Teriring ucapan syukur, berhasil atas prestasi yang diraihnya tersebut, dirinya tak pernah lupa bagaimana perjalanan di dunia literasi yang penuh perjuangan.

“Ahamdulillah saya nggak nyangka sekali, karya cerpen yang saya kirim entah kapan itu, ternyata dapat juara satu di event cerpen genre misteri di Malaysia,” ujar penulis kelahiran Kota Bayu, Nganjuk, Jawa Timur, yang telah terjun di dunia menulis sejak tahun 2014 itu.

Dian menyadari bahwa prestasi tersebut tidak lepas dari dukungan suami dan semangat dari rekan- rekannya di dunia literasi. Untuk itu, Dian pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua yang telah mendukungnya selama ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada suamiku, Lambang Probo Sumirat, karena atas dukungannnya selama ini, saya bisa meraih juara di event-event lomba menulis cerpen yang saya ikuti. Dan saya juga menyampaikan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada teman-teman Literasi tanpa kecuali. Ini belum apa-apa. Saya harus belajar banyak lagi ke depannya. Barakallah…,” ungkap wanita yang berdomisili di Desa Watudandang Kecamatan Prambon, Nganjuk tersebut.

Tidak lupa, Dian juga mengucapkan terima kasihnya kepada Risalahmisteri.com, sebuah website ber- genre Misteri asuhan Yon Bayu Wahyono yang telah memberikan tempat untuknya berkarya.

Dikatakan Dian, meski awalnya genre misteri adalah sebuah tantangan berat, namun dengan sifat pantang menyerah yang dimilikinya, akhirnya dia bisa menuliskan kembali beberapa kisah nyata yang terjadi di sekitarnya.

“Hampir dua tahun bergabung di Risalah Misteri asuhan Mas Yon Bayu, saya berani menunjukkan karya saya di event-event bertajuk misteri, terima kasih Mas Yon, atas bimbingan dan ilmunya,” pungkasnya.


Jajaran panitia lomba dan pengurus komunitas GAKSA di Malaysia.

Pada kesempatan yang sama, Metasatu juga berhasil mewawancarai salah satu perwakilan dari GAKSA, Muhammad Rois Rinaldi.

Selaku Wakil Ketua Gabungan Komunitas Sastra (GAKSA) Muhammad Rois Rinaldi menerangkan bahwa, komunitas gabungan penulis sastra se – Asia Tenggara tersebut dibentuk pada tanggal 11 Mei 2016.

Adapun kegiatan utamanya adalah menerbitkan, mempromosikan, memasyarakatkan karya-karya di Asia Tenggara sebagai pertukaran budaya antar penyair atas sastrawan Asia Tenggara dan pertemuan- pertemuan.

“Dan lomba yang kami adakan itu adalah bagian dari program bulanan yang rutin kami lakukan, baik lomba menulis puisi, menulis cerita pendek, membaca puisi dan semacamnya,” terang Rois.

Kemudian, katanya melanjutkan, event yang kami adakan kemarin itu adalah lomba menulis cerita pendek yang diikuti oleh berbagai penulis cerita dari lima negara yaitu, Indonesia, Malaysia, Brunei, Thailand dan Singapura.

“Dan Mbak Dian Hariani menjadi pemenang juara I untuk kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Ditegaskan Rois bahwa, karya yang menjadi pemenang bagi pihaknya adalah karya yang terbaik.
Meski, dunia seni kepenulisan itu sangat fleksibel dan dinamis.

“Seorang penulis harus terus mendalami semestanya, memperkuat kemampuannya, memperluas jaringannya, sehingga dapat terus berkembang sebagai penulis, karena kehidupan penulis ada pada keberkembangannya,” imbaunya.

Lebih lanjut, Rois mengharapkan kepada peraih juara, agar dapat terus mengukir prestasi, dapat terus berkembang dan mewarnai kesusastraan Indonesia khususnya.

“Dan semoga pelan-pelan bisa masuk dalam kancah Asia Tenggara dan bisa lebih luas lagi ke dalam kancah International,” tutupnya.

5 thoughts on “Penulis Asal Indonesia Raih Juara I Lomba Cerpen se-Asia Tenggara

  1. Maasyaallah. Selamat untuk mbak Dian semoga menambah semangat dan menginspirasi dunia listerasi. Baarokallah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.