Pemkab Wonogiri Kucurkan BLT Minyak Goreng

Penulis:   Katman | Editor:  Sinta Wahyuni
oleh
Suasana pembagian BLT Minyak Goreng dan BNTP di Kantor Desa Gambirmanis. Foto: Katman

WONOGIRI, Metasatu.com-Pembagian BLT dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) kembali dikucurkan untuk warga Kabupaten Wonogiri. Di desa Gambirmanis Kecamatan Pracimantoro, sebanyak 1.168 jiwa masing-masing menerima sebesar 500 ribu. Total bantuan seluruhnya 584 juta rupiah.

 

“Yang 300 ribu adalah BLT untuk membeli minyak goreng selama 3 bulan yaitu april sampai juni, sedangkan yang 200 ribu adalah bantuan BPNT untuk bulan mei,” terang Wardi (44), panitia pembagian bantuan.

 

“Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban warga berkenaan dengan mahalnya harga minyak goreng yang masih menjadi permasalahan saat ini,” ujar Kepala Desa Gambirmanis, Pardi.

 

Kapolsek Pracimantoro AKP Ujang joko widiyanto SH, Polsek Aiptu Joko Susilo, Banbinsa Angel, Pengampu Samsu Ashar dan Sekcam Pracimantoro Sumanto SIP hadir dalam acara pembagian bantuan di Kantor Desa Gambirmanis tersebut. Kantor Desa Gambirmanis dipenuhi oleh warga yang antusias untuk mengambil jatahnya.

 

“Alhamdulillah, sudah tiga kali dapat bantuan. Senang, karena bisa meringankan beban. Apa-apa sekarang mahal,” ujar Katiman(61), salah satu warga penerima bantuan.

 

Namun dibalik lancarnya aliran dana bantuan dari pemerintah tersebut, tersimpan keluhan warga yang tak tersentuh bantuan meski keadaannya masih merupakan penduduk rentan miskin. Keluhan tersebut hanya bisa menelusup di bawah permukaan tanpa keberanian untuk disuarakan dengan alasan takut. Metasatu berusaha untuk mendengarkan keluhan para warga tersebut.

 

“Ada yang punya anak balita lebih dari 1, terus ibu hamil yang punya anak kecil juga tidak dapat. Masa yang punya balita 2, anak sekolah 1 itu juga nggak dapat bantuan apa-apa. Janda tua yang masih mengasuh cucu, nggak dapat. Ada juga punya anak sekolah 2 tidak dapat KIP. Malah ada yang punya kartu BNTP tapi uangnya tidak cair, padahal yang lain cair. Untuk hal ini kami cuma bisa diam. Kalau bersuara takutnya nanti jadi masalah,” aku warga yang tidak ingin disebutkan namanya pada Metasatu, kamis (14/4/2022)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.