Pemilu 2024, Tantangan Penggunaan Teknologi Informasi

Penulis:   NEP | Editor:  Naim Emel Prahana
oleh
Ketua KPU Kota Metro, Nurris Septa Pratama melantikan 66 anggota PPS untuk Pemilu 2024. Foto :NEP/Metasatu.com

METRO, Metasatu.com—Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro, Nurris Septa Pratama menegaskan, Pemilu 2024 itu bicara bukan hanya pengalaman, tapi tantangan bagaimana pengunakan teknologi informasi.

Hal itu dikatakan Nurris Septa Pratama saat melantik 66 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kota Metro, Selasa (24/1/2023). Dikatakan Septa—panggilan akrab Ketua KPU Kota Metro itu, anggota PPS yang dilantik itu mewakili 22 kelurahan yang ada di Kota Metro.

Di antara jumlah anggota PPS yang dilantik tersebut, ungkap Septa terdapat 23 anggota PPS perempuan. Total keseluruhannya anggota PPS untuk tahun 2024 sebanyak 66 orang.

Untuk jumlah 23 anggota PPS perempuan itu merupakan bagian dari pemenuhan quota 30 persen perempuan.

” Jadi anggota PPS, laki-laki ataupun perempuan diminta bisa menjaga komitmen,” pesan Ketua KPU Metro itu.

Dikatakan Septa, para anggota PPS yang dilantik tersebut, sebelumnya telah mengikuti tahapan seleksi integritas maupun kemampuan, juga telah lolos pengecekan melalui sistem informasi politik (Sipol).

“Anggota PPS tentu pelayan politik, kalau bicara bersih atau tidaknya tentu dari proses awal pendaftaran dan proses ketika di Sipol sudah selesai berarti tidak ada persoalan,” ujar dia.

Diakui oleh Septa sebagian besar anggota PPS Kota Metro yang dilantik merupakan kaum milenial, tentunya melek akan informasi digital.

“Banyak PPS yang anggotanya masih muda, ya tentu tantangan kita hari ini pemilu 2024 itu bicara bukan hanya pengalaman. Nanti, kan ada yang namannya Sirekap, sistem informasi rekapitulasi yang menggunakan data informasi melalui HP,” terang Septa.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Metro, Basuki kepada media ini mengatakan, Selain 66 anggota PPS yang dilantik KPU untuk menampung loyalitas dan kompetensi dalam mengemban jabatan.

Disebutkan Basuki, ke 66 anggota PPS tersebut diharapkan kedepankan pengetahuan dan kompetensi dalam melaksanakan kepemimpinan. Artinya, jadi PPS itu harus kerja berat, selain dia punya dedikasi dan loyalitas, pengetahuan dan kompetensi harus dikedepankan.

“PPS itu kerjanya di kelurahan, harus tunduk dan patuh pada peraturan yang ada, jadi kapabilitas harus dikedepankan terus eksistensi harus dikedepankan,” tegas Basuki menyikapi pelantikan 66 anggota PPS Kota Metro untuk Pemilu 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *