Pasien RSU AY Metro Disuruh Dokter Berobat di Tempat Praktek Pribadinya

Penulis:   Naim Emel Prahana | Editor:  NEP
oleh
Nirwan sebagai pasien RSU A Yani Metro disuruh berobat di klinik pribadi dokter. Foto : NEP

METRO, Metasatu.com—Beberapa pasien pengguna BPJS di Rumah Sakit Umum Ahmad Yani (RSU AY) Kota Metro protes, karena oleh dokter melalui asistennya di RSU AY disuruh berobat ke tempat praktek pribadi sang dokter.

Salah satu pasien mantan wartawan berinisial Nirwan (45) kepada Metastu, Senin (23/5/2022) menjelaskan kronologis saat ia menjadi pasien RSUAY.

Menurut Nirwan, ia berobat untuk operasi penyakit kelenjar getah bening yang ia idap dan operasinya sendiri pada 21 April 2022 dan tanggal 23 April 2022 diperbolehkan pulang.

“Alasannya, agar penanganan lebih cepat,” jelas Nirwan, mengutip pernyataan asisten dokter pada Poli Bedah tersebut.

Diakui oleh Nirwan, Ia dua kali diarahkan agar berobat di tempat praktik pribadi dokter Doni.

Untuk berobat ke tempat praktek pribadi dokter harus bayar karena dianggap pasien umum padahal saya menggunakan fasilitas BPJS. Anehnya, kata Nirwan dirinya  sudah dua kali digiring ke tempat praktik,  pertama pada saat membaca hasil CT scan, dan kedua sehabis operasi.

“Untuk pelayanan check up dan ganti perban ke tempat praktik pribadi dokter pada tanggal 27 April 2022,  hanya dikasih obat HET-nya tertera Rp27.500, tetapi saya harus membayar Rp850 ribu,” ujar dia.

Terakhir saya, kata Nirwan kembali ke Poli Klinik Bedah untuk mengganti perban. Namun, setelah menunggu dua jam lebih, sekitar pukul 11.00 WIB pelayanan dokter baru buka, ia pun mendapatkan pelayanan berupa buka perban, dan setelah diberi obat, dokter menyatakan dirinya sudah sembuh.

“Setelah diberi obat, saya dinyatakan sembuh, tidak ada kontrol lagi,” terang Nirwan.

Sebagaimana dilansir dari wartawan Headlinelampung, Direktur RSU AY,  dr Fitri Agustina sudah dihubungi melalui WA, namun sampai berita diturunkan tidak ada tanggapan.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Metasatu, pelayanan di RSU AY Metro terlalu berbelit-belit, apalagi pasien rujukan dan pasien yang akan dirawak itensif di ruang ICU.

Untuk masuk ke ICU berdasarkan beberapa petugas piket di RSU AY menunggu rekomendasi dokter spesialis, sementara dokter spesialisnya tidak selalu standby sesuai jadwal tugasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *