Partai Mahasiswa, Cara Baru Menggembosi Gerakan Mahasiswa?

Penulis:   Yon Bayu Wahyono | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Demo PMII UIN Walisongo di Semarang berakhir ricuh. Foto: Ist

JAKARTA, Metasatu.com – Munculnya Partai Mahasiswa Indonesia ditengarai dapat menggembosi gerakan mahasiswa yang selama ini bebas dari kepentingan politik mana pun. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menolak penggunaan kata ‘mahasiswa’ sebagai nama partai politik.

Keberadaan Partai Mahasiswa Indonesia diketahui pertama kali setelah disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dasco saat menemui massa demo 21 April kemarin. Bahkan menurutnya, partai tersebut sduah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

“Saya sudah cek memang benar sudah lolos Kemenkumham, jadi tinggal nanti verifikasi untuk pemilu,” ucap Dasco.

Koorrdinator Pusat BEM SI Kaharuddin menyatakan tidak pernah terlibat pembentukan Partai Mahasiswa Indonesia. “Kami tidak terlibat dalam hal pembentukan partai atau kontestasi demokrasi 2024,” tegas Kaharuddin, Sabtu (23/4/2022).

Perjuangan yang ditempuh BEM SI, menurut Kaharuddin, berfokus pada gerakan moral untuk mengawal jalannya pemerintahan sesuai dengan kepentingan rakyat melalui jalur ekstraparlementer. Karenanya, BEM SI akan terus pada posisi oposisi siapa pun presidennya.

“Karena siapapun pemimpin nya, mahasiswa tegak lurus sebagai oposisi dalam hal mengawasi ataupun mengontrol kebijakan pemerintah dengan gerakan-gerakan ekstraparlementer,” ucap Kaharuddin.

Menurut dia, mahasiswa harus independen sehingga menolak penggunaan kata ‘mahasiswa’ sebagai nama partai. Apalagi jika bertujuan untuk menggembosi aksi mahasiswa yang marak belakangan ini.

“BEM SI menolak keras pemakaian nama mahasiswa Indonesia dari partai yang dibentuk, karena perlu adanya menjaga independensi dari mahasiswa itu sendiri dari politik praktis atau kepentingan partai politik,” ucap Kaharuddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.