Nero Kunang: Calon Ketua DPC Harus Tahu Diri

Penulis:   Naim Emel Prahana | Editor:  NEP
oleh
Kepala Balitbang DPD PD Lampung Nero Kunang. Foto: NEP

BANDARLAMPUNG, Metasatu.com – Bursa calon ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kabupaten/kota yang pemilihannya akan dihelat akhir Maret 2022 ini, makin menghangat.

Dalam wawancara tertulis kepada Metasatu, Kepala Balitbang Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD PD) Lampung Ir Nero Kunang, Minggu (6/3/2022) menjelaskan berbagai hal.

Menurut Nero, saat ini DPC yang akan mengadakan musyawarah cabang (muscab) sebanyak 15 DPC se-Lampung.

“Jadwal muscab dilangsungkan tanggal 21—23 Maret 2022,” ungkap Nero.

Dia berharap, jika ada ketua DPC yang masih menjabat (inchumbent) ingin mencalonkan diri kembali harus menyadari kepemimpinan sebelumnya.

Oleh karena itu, kata Nero, koordinasi dengan Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting harus dilakukan karena anggaran kegiatannya ada, menggunakan uang partai yang didapat dari pemerintah daerah.

Netes dan ngucurlah sikit—sikit kan untuk pilkada,” ujar Nero dengan bahasa gaulnya.

Dikatakannya, jika partai mengusung calon, selalu ada uang operasionalnya yang kemudian dibagikan ke PAC dan ranting sebagai ujung tombak partai.

“Tapi kalau tidak mampu koordinasi dan meneteskan kepada bawahan alias makan dewek, yang sadar dirilah,” tegas Nero.

“Sadar diri itu termasuk seorang ketua dalam muscab, Laporan pertanggungjawabannya ditolak peserta, juga harus sadar dirilah,” lanjutnya.

Kepala Balitbang DPD PD Lampung itu juga mengisyaratkan jika ingin mencalonkan diri sebagai ketua minimal didukung 20 persen dari PAC yang sah.

“Termasuk calon yang sudah pindah partai lain alias loncat-loncat, ya sadar diri,” jelasnya.

Namun terkait hal ini, menurut Nero, akan tergantung kebijakan DPP dan Ketua DPD.

“Tapi, sebaiknya kalau jadi bajing loncat, nggak usah dululah,” kata dia.

Tentang detail fit and proper test bagi calon ketu DPC, Nero mengaku belum tahu. Hanya saja, kata dia, biasanya berkisar masalah konsolidasiu partai, komitmen calon terhadap partai, dan yang paling pokok adalah bagaimana membuat elektabilitas partai meningkat, juga elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan ketua DPD meningkat.

“Karena Lampung adalah salah satu barometer nasional, apalagi Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PD, Andi Arief berasal dari Lampung. Jadi, malulah kalau Lampung tidak menang,” kata Nero.

Sementara itu di dalam pelaksanaan muscab, Nero menjelaskan yang mempunyai hak suara adalah ketua—ketua PAC yang sah. Jika SK-nya mati maka akan diperpanjang oleh DPD dan jika ketua PAC meninggal ada surat keterangan kematian.

“Semua harus dikonsultasikan ke DPD untuk diteruskanke DPP,” urainya.

Ada catatan, ungka Nero, ketua DPC jangan seenaknya mengganti ketua PAC yang sah tanpa musyawarah.

“Itu aturan dan Surat Edaran dari DPP yang ditandatangani oleh Ketum AHY,” tegas Nero.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.