Nelayan Terdampak Tumpahan Minyak Belum Dapat Kompensasi dari Pertamina

Penulis:   Gita Fetty Utami  | Editor:  Gita FU
oleh
Kapal nelayan milik Siban yang belum bisa dipakai melaut kembali. Foto: GFU/ist

CILACAP, Metasatu.com — Peristiwa tumpahnya minyak mentah dari kapal tanker Pertamina, Senin (27/6/2022) lalu  di perairan Area 70 Cilacap, masih menyisakan masalah  hingga saat ini. Sebab kompensasi yang pernah dijanjikan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap untuk warga dan nelayan yang membantu membersihkan tumpahan minyak ternyata belum terwujud.

Selain itu, nelayan yang terdampak tumpahan minyak baik langsung maupun tidak langsung, juga belum diberi ganti rugi.

Hal itu dikatakan Siban (60), salah satu nelayan anggota Rukun Nelayan Tambakreja yang tinggal di RT 11 RW 5 Tambakreja, Cilacap Selatan.

Kepada Metasatu, Senin (11/7/2022), Siban mengatakan, selaku nelayan terdampak dia belum memperoleh kompensasi apa pun. Padahal sejak kejadian tersebut hingga saat ini Siban mengaku belum bisa melaut lagi.

“Kapal-kapal saya kotor kena minyak sampai sekarang belum dibersihkan. Saya jadi tidak bisa melaut sampai sekarang,” keluh Siban saat Metasatu menemuinya di rumah.

Menurut Siban, nelayan dari Tambakreja banyak yang terdampak langsung seperti dirinya.”Terutama di tambatan T (dermaga Wijayapura) itu, kapal-kapal tanggung 4 GT, 5 GT,” urainya.

Harapan Siban tidak terlalu muluk. Ia hanya menginginkan toleransi pihak Pertamina RU IV berupa ganti kerugian yang cukup agar dua buah kapalnya bisa digunakan melaut lagi.

Ekosistem Tercemar

Di tempat terpisah, Bowo, salah satu nelayan dari Tegalkamulyan, Cilacap Selatan menyoroti besarnya dampak jangka panjang bagi ekosistem laut.

“Itu minyak tumpahnya ke perairan dekat bakau, juga tempat pembibitan benur. Otomatis membunuh bakalan, ke depan tentu pengaruh ke populasi lobster dan ikan-ikan besar,” terangnya.

Bowo mengatakan, meski dirinya dan nelayan di wilayahnya tidak terkena ceceran minyak tetapi dampak pencemaran akan ikut ditanggung bersama-sama.

“Saya menyayangkan, Pertamina tidak memikirkan dampak ke depannya bagi kami para nelayan yang mengandalkan hasil tangkapan ikan,” tambahnya.

Bowo juga menyesalkan, hingga kini belum ada kompensasi dalam bentuk apapun pada nelayan, dari PT KPI RU IV Cilacap.

Sampai berita ini diturunkan, Metasatu  belum mendapat keterangan lebih lanjut baik dari PT KPI RU IV Cilacap, maupun pihak HNSI Cilacap selaku organisasi para nelayan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.