Minyak Goreng Curah Mulai Masuk Cilacap

Penulis:   Gita Fetty Utami  | Editor:  Gita Fetty Utami
oleh
Minyak goreng curah. Foto: ist/Antara

CILACAP, Metasatu.com — Kepala DPKUKM Cilacap melalui Kasi Stabilitas Harga dan Kemetrologian Warsun menyatakan bahwa DPKUKM Cilacap sudah berusaha maksimal mengupayakan minyak goreng curah masuk ke Cilacap. Menurutnya kelangkaan minyak goreng curah di Cilacap beberapa waktu belakangan ini disebabkan masa penyesuaian regulasi baru, dari Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 11 Tahun 2022 yang menetapkan HET minyak goreng curah di tingkat masyarakat/konsumen akhir sebesar Rp. 14.000/Liter atau Rp. 15.500/kilogram, dengan Peraturan Dirjen Industri Agro Kementrian Perindustrian (Permenperin) yang mengatur tentang pendistribusian minyak goreng curah.

“Di mana diatur ada dua jalur distribusi. Pertama jalur yang dibentuk oleh pelaku usaha itu sendiri melalui pengangkatan yang dilakukan oleh mereka sendiri. Pelaku usaha yang dimaksud adalah produsen yang mendistribusikan minyak goreng curah ke Jawa Tengah. Itu hanya ada satu produsen. Sedangkan distributor di Jawa Tengah ada 15. Boleh dibilang ini jalur swasta,” paparnya pada Metasatu di Kantor DPKUKM Cilacap, Kamis siang (14/4/2022).

“Jalur yang kedua adalah jalur yang ditunjuk oleh Pemerintah, atau jalur penugasan. Untuk Jawa Tengah yang ditunjuk adalah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Kemudian untuk pendistribusian ke wilayah Cilacap ada beberapa. Di Sumber Urip Kuripan sudah ada, di PT Multi Niaga Kuripan, di Gandrungmangu, di Sidareja, di Majenang juga sudah. Hanya saja masuk Cilacap (kota) yang belum,” tambahnya.

Warsun menyebutkan penyebab tersendatnya pasokan ke dalam kota Cilacap adalah, karena agen dari Purbalingga yang biasa memasok kini tengah kewalahan memenuhi permintaan pasar Purbalingga sendiri. Oleh karena itu pihaknya terus mengupayakan agar distributor lain segera mengirimkan minyak goreng curah.

“Nah, hari ini pun kami rencana ke PPI, salah satu perusahaan yang ditugaskan untuk penyaluran, untuk koordinasi agar penyaluran segera dilaksanakan,” terangnya.

Harga Minyak Goreng Curah Tak Sama dengan HET

Selanjutnya Warsun menyebutkan fakta harga yang tidak sesuai HET dari Pemerintah. Sebagai contoh Sumber Urip Kuripan, Cilacap, memperoleh harga dari agen Rp 14.800 per kilo gram. Lalu  Sumber Urip mengambil margin Rp 1.000 ke pedagang kecil. Namun harga ke konsumen menjadi Rp 16.800 atau dibulatkan Rp 17.000 per kilo gram.

“Sekalipun harga 17 ribu itu masih di atas HET, ya. Tapi memang kondisi seperti ini di mana barangnya masih sangat terbatas. Jadi kami mau mengingatkan, melakukan teguran, memang barangnya sedang langka,” ujar Warsun.

Ketika Metasatu menanyakan isu pengemasan minyak goreng curah sebagai penyebab kelangkaan stok, Warsun menampik tegas. Menurutnya ia tidak pernah menemukan kejadian semacam itu di lapangan.

“Ini semua karena kebijakan baru, Mbak. Contohnya begini, waktu seluruh harga minyak goreng diatur dengan HET. Itu karena  dengan pasar  minyak dunia memang selisih jauh, sehingga para pelaku usaha enggan mendistribusikan ke pasar Indonesia. Diekspor saja dengan harga tinggi,” analisa Warsun.

Maka hal tersebut membuat Pemerintah melalui Kementrian Perindustrian mengeluarkan regulasi baru, mengatur HET untuk minyak goreng non keekonomian. Dalam regulasi ini diatur dengan tegas alur distribusi minyak goreng. Sehingga isu pengemasan ulang menjadi riskan, menurut Warsun.

“Kita bicara untuk Jawa Tengah saja ya, aturannya per rayon. Siapa yang bertugas di Jawa Tengah sudah jelas, distributornya sudah jelas, alokasinya sudah jelas, dan barang tidak boleh keluar wilayah Jawa Tengah. Jadi tidak mungkin dikemas ulang untuk Jawa Tengah. Karena barang begitu keluar dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, langsung disedot ke tangki, lalu didistribusikan ke wilayah-wilayah Jawa Tengah. Aturannya pun kalau untuk Kabupaten Cilacap ya sudah tidak boleh disalurkan ke kabupaten lain,” tegasnya.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.