Minta Maaf, Ketua PPWI Wilson Lalengke Terancam 5 Tahun Penjara

Penulis:   Naim Emel Prahana | Editor:  NEP
oleh
Konferensi Pers Polres Lampung Timur, Senin (14/3/2022) terkait kasus pemerasan dan pengerusakan. Foto: Ist

SUKADANA, Metasatu.com –Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara atas aksinya di Mapolres Lampung Timur (Lamtim). Meski perbuatannya merobohkan bunga papan telah dimaafkan oleh penyimbang adat Buay Beliuk Desa Negeri Tua Kecamatan Margatiga namun kasusnya tetap akan diproses.

“Untuk kasus pengerusakan, tersangka WL (Wilson Lalengke) dijerat Pasal 170 KUHP subsider Pasal 406 KUHP Junto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” ujar Kapolres Lamtim AKBP Zaky Alkazar Nasution dalam jumpa pers di Mapolres Lamtim, Senin (14/3/2022).

Kapolres membeberkan, terdapat 4 oknum wartawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan dan pengrusakan karangan bunga.

Tersangka pertama bernama ID (36), warga Margatiga Sekampung Lamtim yang diduga melakukan pemerasan terhadap warga Margatiga berinisial MR (29) sebesar Rp 2,8 juta.

“Sedang tiga lainnya yakni WL (56), ED (48) dan SN (41) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pengerusakan,” jelas Kapolres.

Barang bukti yang diamankan pihak Kepolisian dari keempat tersangka terdiri dari satu lembar struk bukti transfer uang tunai Rp1,1 juta, satu sepeda motor matik, tiga handphone, tiga papan bunga, satu kayu penyangga papan bunga dan satu flasdisk.

“Saksi dugaan pemerasan 5 orang, dan saksi dugaan pengerusakan 29 orang. Semuanya telah dilakukan pemeriksaan,” urai Kapolres.

Menurut Zaky, kronologis kejadian berawal pada Selasa 8 Maret 2022 ketika MR datang ke Mapolres Lamtim untuk konsultasi dengan Satreskrim terkait adanya oknum wartawan yang meminta sejumlah uang untuk menghapus berita perselingkuhan korban yang disertai ancaman.

Saat konsultasi, korban ditelepon ID untuk segera menyerahkan sejumlah uang. Saat itu MR menemui ID dengan dibuntuti anggota polisi. Setelah bertemu, MR menyerahkan uang. Setelah meneriam uang, ID langsung kabur dan langsung dikejar oleh anggota Satreskrim.

“Saat pengejaran, anggota kami kehilangan jejak dan berpikir pelaku kemungkinan kembali ke rumahnya,” ujar Kapolres.

Ditambahkan Zaky, saat ke rumah tersangka di Sekampung, anggota Satreskrim menunjukkan surat perintah tugas kepada istri ID dan mendapat izin. Setelah itu petugas melakukan pemeriksaan di rumah tersangka.

Tidak lama berselang, ID pulang mengendarai motor.

“Anggota kami lalu melakukan penangkapan. Saat diintogerasi ID mengakui perbuatannya dan uang yang diberikan MR sudah ditransfer ke rekening pribadinya melalui BRILink,” jelas Zaky.

“Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman sembilan tahun,” tambah Zaky.

Sedang untuk kasus pengerusakan yang dilakukan Ketua Umum PPWI dan anggotanya, dijelaskan Kapolres, terjadi Jumat 11 Maret 2022 saat mereka mengadakan aksi solidaritas di depan Mapolres Lamtim.

Rombongan sempat masuk Mapolres lalu merobohkan dan merusak karangan bunga berisi ucapan terima kasih penyimbang adar Buay Beliuk kepada polisi yang telah menangkap wartawan. Rombongan juga melakukan intimidasi kepada anggota Humas Polres Lamtim Bripka SY.

“Saat itu juga saya sudah bertemu WL dan menyampaikan klarifikasi atas tuduhannya bahwa penangkapan yang dilakukan anggota

Satreskrim terhadap ID tidak sesuai prosedur,” ucap Zaky.

Namun Wilson dan rombongan pergi dan mengatakan hendak melaporkan tindakan penangkapan terhadap ID yang disebutnya tidak sesuai SOP ke Polda Lampung.

Pada hari yang sama, papar Kapolres Lamtim, terbit laporan terkait pengerusakan dilakukan Wilson dan rombongannya.

“Selanjutnya, Sabtu 12 Maret 2022 sebanyak 20 orang perwakilan adat Buay Beliuk Negeri Tua, Kecamatan Marga Tiga membuat laporan resmi terkait pengerusakan papan ucapan karangan bunga yang dirobohkan WL dan rombongannya,” beber Kapolres.

Atas laporan para tokoh adat Lampim, kemudian anggota Satreskrim menangkap Wilson Lalengke, ED dan SN di seputaran Polda Lampung di Bandarlampung. Ketiga terduga kemudian dibawa Mapolres Lamtim.

Dinikmati

Dalam jumpa pers tersebut, Wilson Lelengkeng yanag juga dihadirkan, menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolres Lamtim dan jajarannya, serta kepada tokoh–tokoh adat Lamtim.

“Semoga kita bisa bekerja dan berkarya lebih baik lagi di masa depan bagi nusa dan bangsa. Selain itu menjalin hubungan kemitraan dengan kepolisian. Sekali lagi, dengan tulus hati saya mohon maaf,” ucapnya Wilson.

Dia mengaku belum terpikirkan untuk menyiapkan penasehat hukum, terkait kasus yang menimpanya.

“Saya dalam kondisi baik dan menikmati proses ini. Saya tidak ada rasa dendam, tidak ada rasa sakit hati dan lainnya,” ungkap Wilson.

Sementara itu salah seorang tokoh adat dan penyimbang Buay Beliuk Azzoherri mengatakan kejadian itu dapat dijadikan pembelajaran bersama.

“Saya mewakili lima Adat Beliuk dengan terbuka pintu maaf. Terkait persoalan hukum, kami serahkan semua kepada pihak Kepolisian,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.