Mengendap 3 Tahun, Begini Kronologi Kasus Pencabulan MSAT di Jombang

Penulis:   Yon Bayu Wahyono | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Ilustrasi Ponpes Shiddiqiyyah Jombang. Foto: Ist

JOMBANG, Metasatu.com – Drama penangkapan terhadap MSAT alias Mas Bechi (42), tersangka pencabulan satriwati, belum berakhir meski pihak kepolisian sudah mengepung Pondok Pesantren Majmaal Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah di Desa Losari, Kecamatan Ploso Jombang, Jawa Timur, sejak Kamis (7/7/2022) siang.

Rekaman video yang mengabarkan MSAT telah berhasil ditangkap, dibantah Kebid Humas Polda Jawa Timur Kombes Dirmanto. Menurut Dirmanto, saat ini pihaknya baru menangkap sopir tersangka.

“Kami luruskan bahwa tadi kami berhasil menangkap sopir panther pada 3 Juli lalu menghalangi proses penangkapan saudara MSAT,” kata Dirmanto di Jombang, Kamis malam.

Darminto membenarkan pihaknya juga mengamankan puluhan orang yang menghalangi polisi melakukan penangkapan terhadap Mas Bechi.

Dalam upaya penangkapan sebelumnya, 3 Juli 2022, polisi juga tidak berhasil menangkap Mas Bechi. Tersangka yang sudah masuk daftar pencarian orang (DPO),berhasil kabur meski mobilnya sempat dikepung polisi.

Bahkan pimpinan Ponpes Shiddiqiyyah yang juga ayah Mas Bechi, KH Muhammad Mukhtar Mukhti meminta agar anaknya tidak ditangkap.

“Untuk keselamatan kita bersama, untuk kejayaan Indonesia Raya, masalah fitnah ini masalah keluarga. Untuk itu, kembali lah ke tempat masing-masing, jangan memaksakan diri mengambil anak saya yang kena fitnah ini. Semuanya itu adalah fitnah. Allahu Akbar, cukup itu saja!,” kata Mukhtar Mukthi dalam sebuah video yang beredar luas.

Kasus ini mencuat sejak 2009 lalu atau sudah lebih dari 3 tahun. Mas Bechi diduga mencabuli beberapa santriwati yang disebutnya untuk mendapatkan ilmu metafakta. Korban disuruh membuka bajunya dengan dalih untuk memasukan ilmu metafakta yang ditolak oleh satriwati. Namun MSAT terus memaksa hingga terjadi aksi pencabulan.

Segala upaya yang dilakukan pihak kepolisian untuk menangkapnya selalu gagal karena tersangka tidak mau kooperatif.

Berikut kronologi peristiwa yang melibatkan MSAT alias Mas Bechi.

MSAT dilaporkan karena mencabuli NA, mantan santriwatinya ke Polres Jombang pada 29 Oktober 2019 dengan Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG. Empat korban lainnya ikut memberikan keterangan terkait pencabulan.

Kasus MSAT diambil alih Polda Jatim hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Namun pemberkasan kasusnya berjalan lambat. Setelah tiga tahun, tepatnya 4 Januari 2022, berkas MSAT akhirnya dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Namun pelimpahan berkas ke Kejati belum bersama tersangka selalu mangkir dari panggilan kepolisian sehngga akhirnya dinyatakan DPO sejak 13 Januari 2022.

Diketahui, MSAT sempat mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya. Permohonannya ditolak pada 16 Desember 2021. PN Surabaya beralasan, penetapan tersangka MSAT dilakukan oleh Polres Jombang, sedangkan yang digugat dalam praperadilan Polda dan Kejati Jatim.

MSAT kemudian mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jombang, namun kembali ditolak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.