Mengejar Medali Asian Games dari Tepian Danau Sunter

Penulis:   Taufik Hidayat | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Jurnalis Nurhakim Baharizki saat berlatih di JIRTA Jakarta Utara. Foto: Taufik Hidayat

JAKARTA, Metasatu.com – Sepatu roda merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup popular di Indonesia, khususnya di kota-kota besar termasuk Jakarta. Terlebih saat ini sepatu roda telah menjadi cabang olahraga yang dipertandingan di even lokal maupun internasional.

Salah satu tempat favorit atlet sepatu roda di Jakarta adalah Jakarta International Roller Track Arena (JIRTA) yang terletak di tepi Danau di Kawasan Sunter. Jakarta Utara. Minggu, (6/3/2022) kebetulan sedang diadakan kegiatan rutin atlet DKI Jakarta untuk persiapan kualifikasi mewakili Indonesia menuju Asian Games 2022 di Hangzhou China, September 2022 mendatang.

“Ssaya main sepatu roda sejak usia 5 tahun, masih TK,” ujar Jurnalis Nurhakim Baharizki (18 tahun), atlet DKI yang pernah merebut medali emas di PON XX Papua, di sela-sela latihan.

Kepada Metasatu, Hakim, demikian panggilan akrabnya, menuturkan bagaimana ia bisa menekuni olahraga sepatu roda dan mengukir banyak prestasi

“Pada awalnya saya hanya bermain untuk hobi saja, namun kemudian saya bergabung dengan Klub Sepatu Roda sehingga latihannya lebih terarah,” kata Hakim.

Hakim kemudian bercerita bahwa dia bergabung dengan Bhagasasi Speed Club di kota Bekasi sebelum akhirnya hijrah ke Jakarta pada 2015. Di Jakarta, Hakim bergabung dengan Klub Monastana, dan di sini prestasi demi prestasi mulai diukirnya dalam usia yang relatif masih sangat muda.

“Berkat menekuni olah raga ini, saya sempat beberapa kali ke Eropa, baik mewakili klub maupun Indonesia,” kisah Hakim.

Dia kemudian menjelaskan sempat bertanding di Arena Geisingen International Inline Speed Skating Tournament 2018 dan 2019 serta World Roller Games 2019 di Barcelona. Selain bertanding, Hakim dan kawan-kawan juga pernah mengadakan try-out di berbagai negara Eropa seperti Belgia dan Belanda. Namun semenjak pandemi Covid 19 melanda, kegiatan banyak yang dibatalkan sehingga belum sempat lagi menjajal kepiawaiannya meluncur di atas sepatu roda di mancanegara.

“Di Geisingen, sempat mendapat medali perunggu di nomor 500 meter, namun sayang tidak berhasil membawa medali di Barcelona,” ujar Hakim lagi sambal melap sebagian keringatnya.

Menurut Hakim, ia dan kawan-kawannya mulai berlatih di JIRTA sejak 2020 lalu.

“JIRTA baru selesai dibangun awal 2020, dan sejak itulah kami berlatih di sini. Sebelum itu kami berlatih di kawasan Senayan, namun tidak di dalam ruangan, melainkan di tempat parkir. Kami juga pernah berlatih di kawasan Tambun, Kabupaten Bekasi,” terangnya.

Terkait PON XX Papua, Hakim menjelaskan, DKI sukses merebut juara umum dengan 13 medali emas.

“Alhamdulillah saya bisa menyumbang 1 emas dari nomor 15.000 meter perorangan dan medali perak di nomor 3000 meter beregu. Prestasi gemilang DKI mungkin tidak bisa lepas dari fasilitas yang bagus di Sunter ini,” katanya.

Menurut Hakim peran pelatih juga sangat penting dalam menentukan prestasi sambil menunjuk kepada Norman, serta asisten pelatih Agus dan Regi yang sedang sibuk di tengah lapangan.

Untuk menghadapi Asian Games 2022, Hakim mengaku sedang melakukan persiapan dengan sedang giat berlatih. Hakim optimis bisa ikut ke Asian Games.

“Namun siapa yang nanti akan mewakili Indonesia ditentukan oleh PB PORSEROSI (Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia),” lanjutnya.

Hakim menambahkan, untuk tingkat nasional saingan terberatnya berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Timur untuk bagian putra. Sementara untuk putri tim DKI sangat mendominasi.

Hakim berharap bisa berangkat ke Hangzhou untuk mewakili Indonesia dan berjanji akan menorehkan prestasi terbaik. Menurutnya, lawan terberat datang dari Taiwan dan Korea Selatan. Tidak berlebihan jika pelatih hanya menargetkan dua medali perunggu dari beregu putra dan putri.

“Track di JIRTA sini tidak kalah dengan yang di Jerman loh,” pungkas Hakim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.