Mencuri untuk Biaya Bersalin Isteri, Angga Dibebaskan Kajari Metro

Penulis:   NEP | Editor:  Naim Emel Prahana
oleh
Kajari Kota Metro, Virginia Hariztavianne saat menyaksikan proses penghentian penuntutan terhadap tersangka Angga Sanjaya dan langsung dibebaskan. Foto: Ist/metasatu.com

METRO, Metasatu.com—Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Metro Virginia Hariztavianne membebaskan seorang yang melakukan pencurian handphone (HP) karena untuk biaya persalinan isterinya. Angga Sanjaya (22) warga Imopuro, Kelurahan Metro, Metro Pusat yang tidak harus menjalani hukuman tak mampu membendung tangisannya.

Pembebasan Angga Sanjaya dilakukan Kejari Metro melalui program restorative justice (RJ) di hadapan isterinya, Angga Sanjaya tak kuasa menahan haru, seraya menggendong sang bayi si buah hatinya, ia berulang kali mengucap syukur dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Kajari Metro menjelaskan, kronologis aksi pencurian yang dilakukan Angga hingga tertangkap dan dilimpahkan ke Kejari Metro.

“Angga nekat mencuri handphone merek Vivo Y12 milik Agus Nur Efendi, karyawan pedagang minuman air dugan (es kelapa muda) di Jl A Yani, Iringmulyo, Metro Timur pada 11 Juli 2022 lalu,” ungkap Kajari Kamis (24/11/2022).

Kemudian, tambah Virginia Hariztavianne, perkara itu pun dilimpahkan ke Kejari. Kejari pun memfasilitasi perdamaian antara korban Agus Nur Efendi dengan tersangka Angga Sanjaya.

“Angga meminta maaf atas kesalahannya, kemudian Agus menerima permintaan maaf yang disampaikan Angga,” jelas Kajari Metro.

Didampingi jaksa fasilitator, Dewi Asri, Kajari menjelaskan bahwa perdamaian antara pelaku dan korban tertuang dalam surat perjanjian yang ditandatangani keduanya di atas materai dengan diketahui para pihak dan saksi tertanggal 12 November 2022 lalu.

“Atas dasar pertimbangan adanya perdamaian antara tersangka dengan korban, Kejari Metro mengajukan penghentian penuntutan atas perkara Angga Sanjaya kepada Kejaksaan Tinggi Lampung untuk diteruskan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin agar diberi persetujuan penerbitan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Restorative Justice,” jelasnya.

Lalu, usulan penghentian penuntutan atas perkara tersebut disetujui dan memerintahkan Kejari Metro untuk menerbitkan Surat Penghentian Penuntutan (SKP2) berdasarkan keadilan restoratif.

Penegakan hukum humanis Kejaksaan Negeri Metro, Lampung membebaskan Angga Sanjaya dari ancaman hukuman pidana, mendapat sambutan dari masyarakat.

Menurut Virginia Hariztavianne—Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Metro, sesaat setelah pembebasan pelaku pencurian menceritakan, bahwa ketika pencuri yang sudah di tahanan di LP  itu, isterinyta melahirkan anaknya.

Begitu dia dibebaskan, ujar Virginia Hariztavianne tersangka tidak mampu menahan kebahagiaannya, saat bertemu dengan anaknya , dan saat itu juga dia menggendong bayinya seraya mengumandangkan adzan ke telinga bayinya itu.

Angga Sanjaya, juga menceritakan hal tentang kenekatannya mencuri sebuah handphone karena khilaf, sebab ia bingung untuk mencari biaya persalinan isterinya yang akan melahirkan, karena sudah hamil tua.

Pencurian itu sendiri terjadi di lapak tenda penjual es dugan di Jl A Yani, Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur. Saat di lapak es dugan itu, matanya melihat HP si penjual tergeletak di atas meja. Karena memikirkan biaya persalinan isterinya, HP tersebut diambillah.

Karena butuh uang, Angga mengaku bingung untuk menjualnya, akhirnya ia tawarkan melalui media sosial Facebook. Dalam pengakuannya Angga mengatakan, mengambil HP itu saat korban lagi memecahkan es batu dan sibuk melayani pelanggan lainnya.

“Karena saya yakin tidak ada orang yang lihat, terus saya buru-buru bayar lalu pergi. Kemudian HP itu saya riset ulang dan saya ganti kartu SIM nya. Saya berusaha menjual HP itu dan menawarkannya lewat media sosial Facebook. Setelah terjual, saya bisa mengumpulkan uang untuk biaya persalinan istri saya,” cerita Angga.

Namun naas, aksi pencurian yang dilakukan Angga tidak berjalan mulus. Ia terciduk Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 presisi Polres Metro.

“Bayi itu lahir ketika saya dalam sel penjara. Sebelumnya, korban sudah melacak posisi HP yang hilang itu lewat nomor IMEI yang melekat di HP itu,” kata Angga Sanjaya.

Sementara korban Agus Nur Efendi menceritakan, saat HP ditaruhnya di atas meja, korban mencurigai seorang pembeli yang merupakan tersangka, Agus langsung melaporkan kejadian dialaminya ke Mapolres Metro.

“Salah satu pengunjung warung itu yang saya curigai, lalu saya melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro. Kemudian saya mencari dan melacak IMEI, sekaligus memantau di grup COD di Facebook. Setelah itu saya temukan informasi penawaran HP itu terdapat pada akun facebook milik Angga Sanjaya,” kisah Agus.

Kala itu, korban bersama Polisi melakukan penangkapan terhadap tersangka Angga dikediamannya. Pelaku tersebut pun tak berkutik dan mengakui seluruh perbuatannya.

“Dibantu personel Polres Metro, kita mendatangi rumahnya untuk memastikan HP itu. Pelakupun tidak berkutik saat diinterogasi dan mengakui semua perbuatannya. Lalu pelaku dibawa ke Polres Metro untuk diproses hukum. Pelaku juga sempat dijerat pasal 362 KUHP dan ditahan di penjara,” tandasnya.

Kini, kedua belah pihak telah sepakat berdamai dengan melalui proses komunikasi yang dijembatani oleh Kejari Kota Metro. Tersangka Angga Sanjaya juga kini telah dinyatakan bebas tanpa melalui proses persidangan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *