Masjid Majalaya Saksi Perang Cirebon Vs Sumedang Larang

Penulis:   Yon Bayu Wahyono | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh

Masjid Besar Majalaya di Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung sering disebut sebagai saksi perang Geneas yang terjadi pada abad 7 antara Kerajaan Cirebon melawan kerajaan Sumedang Larang. Pemahaman ini salah dan fatal akibatnya karena tidak sesuai dengan fakta sejarah.

Sebelum masuk ke penjelasan lebih jauh, ada baiknya kita kenali dulu Masjdi Agung Majalaya yang diyakini sebagai masjid tertua di Majalaya dan telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh pemerintah Kabupaten Bandung.

Bentuk bangunan Masjid Agung Majalaya memiliki kemiripan dengan masjid yang ada di Keraton Cirebon. memiliki atap yang berumpak, ada empat umpakan dari yang terendah sampai bagian kubah, dilengkapi genting berwarna hitam khas peninggalan masa lampau.

Di dalam masjid, arsitektur Cirebon dan Sumedang mendominasi. Tembok masjid ditempel keramik berwarna hijau dengan ukiran khas Kesultanan Cirebon. Dinding bagian imam memimpin solat, juga terdapat keramik hijau dipadu tulisan Arab.

Namun empat pilarnya terbuat dari kayu Jati setinggi 19 meter. Demikian juga kusen pintu dan jendela, serta penyangga langit-langit masjid yang menggunakan kayu jati lengkap dengan ukiran khas Jepara.

Dari sinilah muncul keyakinan Masjid Besar Majalaya pernah menjadi tempat singgah pasukan Islam baik dari Cirebon maupun Sumedang Larang.

Sekarang mari kita pahami Perang Geneas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.