Konsorsium Judi Ternyata Bukan Hoaks, Polri Tetapkan 10 Tersangka

Penulis:   Yon Bayu Wahyono | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: ist

JAKARTA, Metasatu.com – Keberadaan Konsorsium 303 alias perjudian seiring terjadinya kasus pembunuhan berencana yang melibatkan Kepala Divisi Propam Polri (saat itu) Irjen Ferdy Sambo sempat diragukan. Terlebih Konsorsium 303 yang konon dikendalikan Kaisar Sambo, diduga menjadi alat pengumpulan dana untuk operasi ilegal di tubuh kepolisian.

Namun kini keberadaan Konsorsium Judi itu mulai menemukan titik terang. Mabes Polri telah membentuk tim gabungan bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna mengusut keberadaan konsorsium judi tersebut.

Hasilnya, menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kepolisian telah menetapkan 10 tersangka dan sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang.

“Sepuluh orang tersangka berstatus DPO, dan diduga terlibat dengan kelompok judi online kelas atas. Empat, kita cekal, dengan inisial TN, R, FN, dan K. Enam teridentifikasi berada di luar negeri dengan inisial IT, TS, EA, B, KA dan J,” kata Listyo dalam konferensi pers, Jumat (30/9/2022) di Mabes Polri.

Listyo memastikan pihaknya tengah berupaya untuk mencari buron yang saat ini berada di luar negeri dengan membuat red notice. Polisi menurutnya juga telah mencoba melakukan pendekatan dengan skema police to police.

“Kami tengah menganalisis 329 rekening dan 202 rekening lainnya sudah diblokir,” tegas Kapolri.

Listyo juga menjamin Polri akan menindak tegas apabila ada anggota kepolisian yang terlibat dalam kasus Konsorsium Judi.

Adapun konsorsium 303 sebelumnya disebut-sebut merupakan kelompok Sambo di internal kepolisian yang membekingi berbagai bisnis ilegal seperti perjudian, pelacuran, barang selundupan hingga peredaran minuman keras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *