Kian Banyak Menteri Era SBY di Lingkar Jokowi

Penulis:   Yon Bayu Wahyono | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Bambang Susantono. Foto: Ist

JAKARTA, Metasatu.com – Meski pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pendukung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kerap bertengkar di media sosial, nyatanya hal itu tidak berpengaruh sampai ke lingkar dalam (inner circle) Istana. Bahkan semakin banyak mantan anggota kabinet SBY yang menjadi orang kepercayaan Jokowi.

Nama pertama tentu saja Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sempat menjadi idola di masa pemerintahan SBY, perempuan kelahiran Lampung itu akhirnya mundur dari Kabinet SBY di tahun 2010 diiringi isu kurang sedap.

Salah satunya terkait gencarnya upaya Sri Mulayni menarik pajak dari tambang baru bara hingga konon hampir menyentuh perusahaan tambang milik petinggi partai, serta belitan kasus Bank Century.

Tahun 2016 Presiden Jokowi menarik Sri Mulyani dari dari jabatan Direktur Pelaksana Bank Dunia untuk menduduki kursi Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro. Pada periode kedua masa jabatan Presiden Jokowi, posisi Sri Mulayni tidak tergantikan.

Mantan menteri SBY yang kini menjadi anggpta Kabianet Jokowi adalah Muhammad Lutfi. Posisinya pun sama yakni Menteri Perdagangan.  Tidak seperti sebelumnya yang hanya menjabat selama 8 bulan, tepat 14 Februari – 20 Oktober 2014, Lutfi yang masuk menggantikan Agus Suparmanto tanggal 23 Desember 2020, hingga kini masih anteng menduduki jabatan tersebut.

Nama ketiga yang kini tengah disorot adalah Bambang Susantono, mantan Plt Menteri Perhubungan Kabianet SBY. Hari ini Jokowi direncanakan melantik Bambang sebagai kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Munculnya nama Bambang Susantono tentu mengejutkan karena menyingkir sejumlah kandidat yang pernah disebut Jokowi seperti Komisaris Pertamina Tbk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Direktur Utama PT Wijaya Karya Tumiyana.

Bahkan nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat dijagokan setelah Jokowi menyebut syarat calon kepala otorita IKN Nusantara yakni memiliki latar belakang arsitek dan pernah menjabat kepala daerah.

Lalu siapakah Bambang Susantono? Alumni dari Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) 1987 ini merupakan pakar di bidang perencanaan infrastruktur dan transportasi. Setelah menyeleaikan program pascasarjana di Universitas California, Berkeley, Bambang meraih gelar MSCE di bidang teknik transportasi dari perguruan tinggi yang sama pada tahun 1998.

Bambang pernah menjabat sebagai Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah periode 2007-2010. Pada 2009 dia diangkat sebagai Wakil Menteri Perhubungan Kabinet SBY dan tahun 2014 menjabat Plt Menteri Perhubungan mengisi jabatan yang ditinggalkan EE Mangindaan yang terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019.

Jika melihat kondisi saat ini dan mulai merebaknya isu reshuffle kabinet, bukan mustahil akan ada sosok lain dari era sebelumnya yang ditarik kembali oleh Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.