KGPD Geruduk Kantor Perpustakaan dan Grapari Telkomsel Ngawi

Penulis:   Dian  | Editor:  Dian
oleh
Dokpri

NGAWI, Metasatu.com – Koalisi Gerakan Pemuda Daerah Prasasti Nusantara Cakra Bumi (KGPD PNCB) Ngawi pada Rabu (8/6/2022) melakukan aksi unjuk rasa menggunakan sepeda motor.

Pengamanan aksi orasi dilakukan oleh anggota Polres Ngawi yang dipimpin langsung Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya.

Miftakhul Huda selaku koordinator lapangan dan juga sebagai Direktur Eksekutif KGPD PNCB bersama 13 orang peserta melakukan orasi di 2 lokasi, yakni kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi serta kantor Grapari Telkomsel Ngawi.

Aksi unjuk rasa dari KGPD PNCB tersebut berbentuk orasi sehingga tidak ada dialog antara peserta aksi dengan sasaran aksi.

Di kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi yang berada di jalan Imam Bonjol No. 2B Ngawi, Huda menuntut pertanggungjawaban sosial terhadap pelaksanaan program dinas yang tidak pernah terdengar sampai pelosok Ngawi khususnya pengadaan buku, mendesak gerak dan pola pembangunan yang menjadi kewenangan dinas untuk penataan jejaring masyarakat, menuntut pejabat Dinas yang tidak mampu mencapai visi masyarakat untuk mundur dari jabatan.

“Gedung sebesar ini, tidak ada papan di depan yang isinya menyampaikan program dinasnya, tidak ada jejaring masyarakat, mobil perustakaan keliling dari sini tidak sampai ke desa-desa. Mundur saja Kepalanya kalau tidak bisa mencapai visi masyarakat,” terang Huda.

Setelah menyampaikan orasinya, Direktur Eksekutif KGPD PNCB bersama rombongannya melanjutkan unjuk rasa di kantor Grapari Telkomsel Ngawi jalan A. Yani No. 97 Beran Ngawi.

KGPD PNCB menuntut pihak Telkomsel harus mengganti kerugian sosial masyarakat Ngawi melaluĀ  program CSR. Telkomsel harus memiliki kemitraan pengaduan secara luas. Apabila Grapari Telkomsel tidak memperhatikan tuntutan ini, maka kepemimpinan Grapari Telkomsel tidak layak mendapat dukungan masyarakat Ngawi.

“Telkomsel harus mengganti kerugian sosial masyarakat Ngawi dengan program CSR nya, dan harus memiliki kemitraan pengaduan secara luas, dan bila tidak memperhatikan tuntutan ini, maka pimpinan Grapari Telkomsel tidak layak mendapat dukungan Masyarakat Ngawi,” kata Huda.

Lebih lanjut Huda mengatakan apabila tidak ada tindak lanjut terhadap tuntutan aksi yang nyata dari Dinas Perpustakaan dan Kerarsiapan maupun Grapari Telkomsel Ngawi maka KGPD PNCB Ngawi akan melakukan aksi kembali.

“Bila tidak ada perubahan, dari keduanya maka kami akan melakukan unjuk rasa kembali,” jelas koordinator lapangan unjuk rasa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.