Kampung Bonsai di Wonogiri Terinspirasi dari Youtube

Penulis:   Katman | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Taman bonsai di Wonogiri. Foto: Katman

WONOGIRI, Metasatu.com – Sebelum menjadi tanaman hias yang cantik, ternyata bonsai harus melalui serangkaian proses yang cukup rumit. Di halaman rumah Kuatno (45), warga Dusun Pakem Sumberagung Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri, berjajar puluhan pot bonsai yang siap jual.

Dusun Pakem yang berada jauh di pelosok Kabupaten Wonogiri, merupakan surga bagi penggemar bonsai. Bonsai berbagai ukuran itu memiliki harga yang cukup fantastis, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Selain Kuatno, beberapa warga di dusun ini juga memiliki budi daya bonsai yang memenuhi pekarangan hingga dusun itu bak taman bonsai yang tersembunyi.

“Optimis laku, karena bonsai kan sudah punya target market sendiri. Targetnya ya orang-orang berduit yang hobi dengan bonsai,” kata Kuatno di rumahnya, Minggu (13/3/2022)

Kuatno terispirasi dari video-video di youtube tentang teori dan praktek budi daya bonsai. Dia juga melihat peluang di desanya banyak tanaman yang telah terbentuk menjadi bonsai secara alami. Selain itu, banyak bebatuan yang unik dan cocok sebagai media bonsai.

Menurut Kuatno, proses pembentukan bonsai dibedakan menjadi dua, yakni bonsai jenis sisir dan kimeng. Bonsai Sisir adalah bonsai yang terbentuk secara alami di alam liar, di pegunungan. Kuatno mendapatkan bonsai jenis ini dari berbagai tempat. Kuatno bahkan rela berburu bonsai ke bukit yang terjal. Harga bonsai sisir ini relatif lebih murah dari bonsai kimeng.

Bonsai kimeng adalah bonsai yang dibentuk secara buatan yakni tanaman yang sengaja dikerdilkan. Tanaman yang akan dibuat menjadi bonsai, direkayasa tumbuh melalui batu yang berlubang. Batang bonsai dibentuk dengan bantuan kawat untuk membuatnya lebih estetik.

Namun bonsai jenis ini tidak mudah membuatnya. Perlu kesabaran, ketelatenan dan hobi. Tanpa memiliki kesenangan terhadap bonsai, kebanyakan akan gagal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.