Kakek di Tulang Bawang Dibayar Uang Mainan Hanya Rekayasa, Kapolres: Sudah Lakukan Penyelidikan

Penulis:   Komariah | Editor:  Komariah
oleh
Sunardi, saat mengeluarkan pernyataan bahwa, uang mainan didapat dari mandornya adalah bohong (rekayasanya sendiri). Foto : Ist

TULANGBAWANG, Metasatu.com — Belum lama ini jagat maya sempat dihebohkan dengan video viral seorang kakek bernama Sunardi (72), warga Tiyuh Kagungan Ratu Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.yang membawa uang mainan sejumlah 450.000.

Dengan “uang” itu, Sunardi bermaksud hendak membeli ayam potong di pasar Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, pada Sabtu (19/6/2022) sekira pukul 11.00 WIB.

Narasi yang beredar bahwa, Sunardi mengakuĀ  uang mainan tersebut ia dapat dari mandornya, hasil jerih payahnya menebang tebu. Hal tersebut sontak menuai kecaman netizen. Tidak sedikit netizen yang menyayangkan perbuatan mandor tersebut.

Tidak lama setelah muncul klarifikasi dari mandor. Dia mengaku teledor karena telah memberikan uang mainan milik anaknya kepada sang kakek.

Klarifikasi akhirnya berujung damai setelah mandor meminta maaf kepada Sunardi, yang sebelumnya telah memberikan bayaran uang asli kepada Sunardi sebesar Rp 470 ribu.

Namun, kini beredar kabar baru yang menyebut bahwa, uang mainan yang ia dapat dari mandornya adalah bohong. Sunardi mengeluarkan pernyataan bahwa semua adalah rekayasanya sendiri. Hal tersebut seperti unggahan video yang dilihat Metasatu, pada Selasa (21/6/2022).

Dalam unggahan video tersebut, Sunardi juga menyampaikan maafnya untuk seluruh masyarakat Indonesia dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, saya Sunardi bin Jirat, mohon maaf kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia atas terjadinya video viral uang mainan yang saya belanjakan di pasar kabupaten Tulang Bawang,” katanya.

Dalama pengakuannya uang mainan tersebut ditemukan di pinggir jalan, bukan hasil tebang tebu, dan murni rekayasanya sendiri.

“Untuk itu, sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia yang sebesar- besarnya dan tidak akan saya ulangi lagi. Saya berjanji!” tutup Sunardi dalam video yang berdurasi 58 detik.

Kapolres Tulang Bawang AKBP Hujra Soumena, SIK, MH, saat dikonfirmasi Metasatu melalui pesan Whatsapp, membenarkan adanya pernyataan dalam video tersebut. Menurutntya , video pengakuan berbohong kakek tersebut merupakan hasil penyelidikan sementara dari pihaknya.

“Penyelidikan sementara kami demikian, Mba,” katanya, singkat.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang AKP Wido Dwi Arifiya Zaen dalam keterangan rilis humas menyampaikan bahwa, guna memastikan kebenaran video tersebut, pihaknya melalui Kanit Tipidter Satreskrim Ipda Andy Ruswandy, SH, MH, langsung melakukan penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan bahwa, diceritakan oleh sang kakek bahwa kabar yang sempat viral di jagat dunia maya adalah rekayasa dari sang kakek sendiri atau berita bohong (hoaks),” ujar AKP Wido, Senin (20/6/2022).

Kasat juga menerangkan motif kakek melakukan perbuatan yang direkayasanya tersebut.

“Motif dari sang kakek ini berbohong adalah untuk mendapatkan kembalian dengan uang asli, setelah dia membayar dengan menggunakan uang mainan yang ditemukannya di pinggir jalan,” terangnya.

Untuk itu AKP Wido mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar menghentikan penyebaran berita bohong terkait seorang kakek yang mengaku dibayar dengan uang mainan.

“Saring sebelum sharing dan bijaklah dalam bermedia sosial,” tutup AKP Wido.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.