Kades Oro-oro Ombo Realisasikan Pembangunan Jalan Rabat Beton

Penulis:   Komariah | Editor:  Komariah
oleh
Sejumlah warga Desa Oro-oro Ombo saat kegiatan pembangunan jalan. Foto : Komariah

LUMAJANG, Metasatu.com — Pemerintah Desa (Pemdes) Oro-oro Ombo Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, Jawa Timur merealisasikan pembangunan jalan rabat beton di jalan pedesaan di Dusun Kebonan, Oro-oro Ombo, Kamis (26/5/2022).

Adapun jalan yang dibangun sepanjang 600 meter dengan lebar 2,20 meter dengan ketebalan 15cm.

Kepala Desa Oro-oro Ombo Suwarno, mengatakan, pembangun jalan berkonstruksi rabat beton di jalur pedesaan tersebut merupakan upaya untuk memperlancar akses transportasi masyarakat, yang merupakan bentuk realisasi anggaran Dana Desa (DD) tahap I tahun 2022.

“Pembangunan ini merupakan upaya kami untuk memperlancar akses transportasi masyarakat setempat. Untuk anggaran DD tahap I ini kami realisasikan pembangunan jalan rabat beton di Dusun Kebonan, Oro- oro Ombo,” kata Suwarno, saat ditemui Metasatu di lokasi.

Menurutnya rencana pembangunan jalan itu sudah diusulkan oleh Bupati Lumajang pada tahun sebelumnya, namun baru terealisasi saat ini karena terkendala wabah covid dan bencana erupsi gunung Semeru pada Desember 2021 lalu.

Adapun pengerjaannya dengan memberdayakan masyarakat sekitar.

“Dalam proses pengerjaan pembangunan rabat beton itu, kami melibatkan masyarakat sekitar. Sehingga dengan adanya kegiatan ini, bisa membantu menambah penghasilan warga setempat,” tuturnya.

Sementara itu, Wagiran, Ketua Lembaga Keamanan Masyarakat Desa (LKMD) di desa tersebut mengatakan pihaknya menyambut baik atas pembangunan jalan rabat beton yang dibangun Pemerintah Desa setempat. Hal tersebut karena jalan yang akan dibangun berada di area persawahan yang bisa menunjang akses pertumbuhan ekonomi penduduk.

“Alhamdulillah, Pemerintah Desa akhirnya mewujudkan keinginan masyarakat setempat. Sebab, selama ini masyarakat kesulitan untuk mendistribusikan hasil tani karena jalan masih berupa tanah,” kata dia.

Wagiran juga menerangkan bahwa jalan tersebut merupakan jalur evakuasi yang pada saat tragedi erupsi Semeru beberapa waktu lalu digunakan warga untuk menyelamatkan diri.

“Waktu erupsi Semeru kemarin, banyak warga yang mengungsi lewat jalan ini, mudah-mudahan kedepannya akses transportasi masyarakat menjadi lancar,” terang Wagiran.

Senada diucapkan Zainul, salah seorang warga yang juga turut bekerja melakukan pembangunan jalan. Dirinya mengaku senang dengan diadakannya pembangunan jalan di desa tempat tinggalnya.

“Saya selaku warga sangat senang sekali, Mbak, jalan ini dibangun. Soalnya kan tadinya jalan masih tanah, kalau hujan jadi becek dan licin, kami para petani di sini biasanya kalau ngeluarin hasil panenan, ya dipanggul aja, karena susah kalau pake kendaraan,” ujarnya.

“Kalau sekarang sudah enak jalannya, kendaraan roda empat juga bisa lewat, jadi lancar wes,” imbuh Zainul, semringah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.