Kadernya Kembali Jadi Tersangka KPK, Hasto Sentil Pesan Megawati

Penulis:   Yon Bayu Wahyono | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Mardani Maming. Foto: Ist

JAKARTA, Metasatu.com – Kader PDI Perjuangan Mardani Maming ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi peralihan izin usaha pertambangan (IUP) di Tanah Bambu, Kalimantan Selatan. Mantan bupati Tanah Bambu yang juga bendahara PBNU tersebut, dicekal bepergian ke luar negeri untuk 6 bulan ke depan sejak 16 Juni 2022.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto langsung mengungkit pesan yang disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Kemarin dalam rakor dengan para kepala daerah (dari PDIP) ibu ketua umum mengingatkan agar setiap kader tidak menyalhgunakan kekuasaan,” ujar Hasto kepada media.

Namun demikian, PDIP akan menurunkan tim hukum untuk melakukan kajian atas kasus yang menjerat Mardani Maming. Setelah itu baru diputuskan apakan PDIP akan memberikan bantuan hukum atau tidak.

Sebelumnya, nama Mardani sempat disebut dalam perkara dugaan korupsi peralihan IUP Tanah Bumbu yang menjerat mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Tanah Bumbu Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo.

Dwidjono kini berstatus terdakwa dan perkara tersebut masih berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kasus Mardani semakin menambah panjang daftar kader PDIP yang terjerat kasus korupsi. Bahkan salah satu kadernya yakni Harun Masiku sampai saat ini masih berstatus buronan dalam kasus suap kepada mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Saat ini Wahyu Setiawan sudah divonis tujuh tahun dan denda sejumlah Rp 200 juta. Apabila denda tidak dibayar, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.