Jalani Tes Kejiwaan, Proses Hukum Pelaku Mutilasi di Lampung Timur Tetap Lanjut

Penulis:   Komariah | Editor:  Yon Bayu Wahyonokri
oleh
Polisi menggiring Khairul Anwar untuk dilakukan tes kejiwaan. Foto: Humas Polres Lamtim

LAMPUNG TIMUR, Metasatu.com – Polres Lampung Timur tengah masih menunggu hasil observasi untuk mengetahui konmdisi kejiwaan Khairul Anwar (25), tersangka mutilasi terhadap RDS (12). Namun apa pun hasilnya, proses hukum akan tetap dilanjutkan.

Saat ini Khairul masih menjalani observasi dan tes kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kurungan Nyawa Natar Lampung.

“Pelaku akan diobservasi selama 14 hari untuk memastikan kesehatan kejiwaan terhadap pelaku agar tidak ada keraguan saat menjalani proses penyidikan,” ujar Kasatreskrim Polres Lampung Timur AKP Ferdiansyah melalui keterangan tertulis yang diterima Metasatu, Senin (7/3/2022).

Menurut Ferdiansyah, pelaku diantarkan ke RSJ dengan pengawalan ketat anggota Reskrim Polres Lamtim dengan didampingi HA, ayak pelaku.

Menurut Ferdi, meskipun hasil observasi kejiwaan pelaku dinyatakan positif mengalami gangguan kejiwaan, namun hal itu tidak akan menghentikan proses hukum.

“Untuk proses hukum tetap akan kita dilaksanakan sesuai prosedur. Kami juga masih menunggu hasil kesimpulan pelaku ini mengalami gangguan kejiwaan atau tidak,” ungkapnya.

Sementara itu, psikiater RSJ Kurungan Nyawa Lampung dokter Tendri Septa SPkj mengatakan, pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku meliputi 3 hal yakni pertama, tindakan pelaku saat melakukan pembunuhan disertai mutilasi apakah mengalami gangguan kejiwaan.

Pemeriksaan kedua, yakni kondisi kejiwaan pelaku saat menjalani sidang dan pemeriksaan riwayat kejiwaan.

“Kita masih mempunyai waktu yang cukup panjang yakni 14 hari. Jika waktu itu dirasakan kurang, kita akan memperpanjang waktu observasi tersebut,” jelas Tendri.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa mengenaskan itu berawal ketika RDS bermaksud mengambil durian di ladang. Bocah kelas 5 SD itu kemudian bertemu dengan Tama, rekannya. Namun saat di ladang keduanya terpisah.

Sekira pukul 04.30 WIB, rekan korban mendengar suara teriakan minta tolong yang berasal dari arah korban.

Rekan korban kemudian tidak mencari sumber suara tersebut lantaran kondisi gelap.

Sekitar pukul 06.00 WIB, saat rekan korban hendak pulang ke rumahnya di tengah perjalanan dirinya melihat ada noda darah di ladang tempat dirinya melintas.

Rekan korban sempat menelusuri darah tersebut dan menemukan sebuah jari jempol kaki tergeletak di ladang tersebut.

Tidak jauh dari penemuan jempol kaki tersebut dirinya menemukan sesosok mayat tanpa kepala. Sontak dia berlari ke kampung dan memberitahukan kepada warga setempat hingga kemudian Khairul Anwar diamankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.