Gempa Susulan Masih Terjadi di Lumajang, Tidak Ada Kerusakan

Penulis:   Komariah | Editor:  Komariah
oleh
BMKG mencatat gempa bumi susulan pada pukul 09.53 WIB, dengan magnitudo 5,3. Foto : Ist

LUMAJANG, Metasatu.com — Gempa susulan masih terjadi di Selatan Kota Lumajang, Jawa Timur, setelah terjadinya Magnitudo 5,2 pukul 3.27 WIB, Sabtu (9/7/2022). Hingga pukul 19.34 WIB gempa bumi susulan masih terjadi.

Menurut laporan relawan Info Semeru yang diterima Metasatu, gempa susulan terjadi sebanyak 66 kali.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan, Rekonstruksi dan Kebencanaan BPBD Kabupaten Lumajang Joko Sambang, belum ditemukan adanya kerusakan akibat gempa tersebut.

“Dari laporan yang dihimpun Pusdalops melalui Grup Penanggulangan Bencana (PB) dan informasi dari relawan, sampai saat ini nihil, tidak ada kerusakan apapun,” ujar Joko Sambang kepada Metasatu melalui pesan singkat.

Untuk antisipasi terhadap adanya gempa bumi yang terjadi, dia menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Dia juga menyarankan agar menghindari jika ada bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal, cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya.


Laporan BMKG pada (9/7/2022) pukul 02.53 WIB, dengan amplitudo 5.0

Sementara, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyampaikan, gempa yang terjadi di Lumajang dipicu karena subduksi lempeng yang menunjam ke bawah Jawa Timur. Pusat gempa berada di kedalaman 47 kilometer.

“Sabtu 9 Juli 2022 pukul 03.27.07 WIB selatan Jawa Timur diguncang gempa Magnitudo 5,2 episenter di laut 175 Km baratdaya Lumajang kedalaman 47 km,” ujar Daryono seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (9/7/2022).

“(Gempa) dipicu subduksi lempeng yang menunjam ke bawah Jatim,” lanjut dia.

Guncangan gempa dilaporkan terasa di wilayah Kepanjen, Lumajang, dan Blitar. Meski guncangan cukup kuat, Daryono menegaskan gempa Lumajang tidak berpotensi tsunami.

Banyaknya gempa susulan Hingga Sabtu (9/7/2022) pukul 13.00 WIB, Daryono mengatakan berdasarkan hasil monitoring BMKG sudah ada 49 kali terjadinya aktivitas gempa susulan di selatan Jawa Timur. Adapun gempa susulan yang terjadi memiliki tingkat kekuatan yang bervariasi yakni mulai 2,6 magnitudo sampai 5,0 magnitudo.

Daryono mengatakan, sejumlah wilayah yang merasakan getaran atau guncangan gempa, yakni Jember, Lumajang, Karangkates, Kepanjen, Blitar dan beberapa wilayah lain di Jawa Timur Ia menjelaskan, wilayah yang terasa guncangan gempa menyebabkan beberapa lokasi mengalami kerusakan rumah penduduk. “Benda-benda ringan yang digantung bergoyang bahkan genting pada beberapa rumah warga di Kecamatan Kencong, Jember, dilaporkan rontok dan berjatuhan,” ujar Daryono.

Meskipun episenter gempa ini berpusat di laut tetapi hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, karena kekuatan gempanya yang relatif kecil hingga belum dapat menimbulkan deformasi dasar laut yang dapat mengganggu kolom air laut.

Menurut Daryono, rentetan gempa tersebut lokasi episenternya berdekatan dengan pusat gempa magnitudo 7,8 pembangkit tsunami selatan Jawa Timur pada 3 Juni 1994 dengan tinggi tsunami 13,9 meter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.