FKPPI Lampung Adakan Dialog Implementasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Penulis:   NEP | Editor:  Naim Emel Prahana
oleh
Irjen Pol (Purn) Dr H Ike Edwin, SH, MH, foto bersama dengan KB PD VII FKPPI Lampung usai pelaksanaan Dialog Kebangsaan. Foto: NEP/Metasatu.com

BANDARLAMPUNG, Metasatu.com—Dalam rangka memperingati HUT FKPPI Ke 44 sekaligus  HUT TNI Ke 77, Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Dan Putra-Putri TNI-POLRI (FKPPI) Provinsi Lampung mengadakan “Dialog Implementasi Wawasan Kebangsaan Dan Bela Negara Dalam Membangun Negeri”, Kamis malam Jumat (29/9/2022) di Lamban Gedung Kuning Sukarame, Bandarlampung.

Narasumber dan Pembicara Utama FKPPI Lampung mengundang Irjen Pol (Purn) Dr H Ike Edwin, SH, MH, yang merupakan Dewan Pakar Pengurus Pusat KB FKPPI. Dalam keterangannya melalui ponsel, Ketua PD VIII KB FKPPI Lampung, H Tony Eka Candra mengatakan, apa yang sudah disampaikan dan dipesankan oleh Dang Ike Edwin harus dilaksanakan dan diaktualisasikan dalam kehidupan Keluarga Besar FKPPI, dan disosialisasikan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran dan meneguhkan komitmen seluruh komponen bangsa dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

“Junjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, demi untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat dan bermartabat, maju, mandiri, adil makmur dan sejahtera,” pungkas Tony.

Dalam kesempatan ini, KB FKPPI Lampung, ujar Politisi senior Partai Golkar itu menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Irjen Pol (Purn) Dr  Ike Edwin, SH ,MH, beserta keluarga, yang telah menerima dan menyambut KB FKPPI Lampung dengan ramah, hangat, dan dalam suasana penuh kekeluargaan, disertai dengan  prosesi adat dan budaya warisan budaya leluhur yang harus dipertahankan.

Perlu diketahui, ujar Tony—panggilan akrab Politisi Partai Golkar itu, dalam kegiatan yang dilaksanakan selain menghadirkan suasana santai, hangat penuh kekeluargaan, juga dihadiri oleh seratusan KB FKPPI dari unsur Dewan Penasihat, Pengurus Daerah, Ketua Badan dan Lembaga dalam lingkup FKPPI, serta Ketua dan Sekretaris Pengurus Cabang KB FKPPI Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Sementara itu, Ike Edwin dalam pemaparannya mengatakan, negara Indonesia adalah negara besar, dan Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, terdiri atas berbagai suku bangsa, adat istiadat, budaya, bahasa daerah serta agama yang berbeda beda.

“Dengan kemajemukan tersebut, para pendiri bangsa menjawab dengan merumuskan kemudian melahirkan sejumlah konsepsi kebangsaan dan kenegaraan dengan konsepsi Wawasan Kebangsaan, di mana didalamnya terkandung Pancasila sebagai Dasar dan Idiologi Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara, Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Bentuk Negara,” papar Ike Edwin.

Konsepsi tersebut, urainya sudah final, dan sudah menjadi konsensus nasional serta  menjadi pedoman bagi setiap warganegara dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Negara Indonesia lanjut Ike Edwin adalah negara yang kaya akan sumber daya alam hayati dan non hayati. Terbentang di antara dua benua Asia dan Australia, serta dua samudera Hindia dan Pasifik, dan berada di tengah dunia yaitu ditengah garis katulistiwa. Indonesia punya hutan tropis dan hutan hujan tropis serta bentangan pantai nomor dua di dunia, dengan hasil sumber daya alam dan hasil bumi yang melimpah.

“Tidak sedikit tantangan kebangsaan dan hambatan yang harus dihadapi oleh Bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan dan cita-cita nasional menuju masyarakat yang maju, mandiri, adil makmur sejahtera, berdaulat dan bermartabat,” ungkap mantan Kapolda Lampung itu.

Sekarang ini, tantangan Kebangsaan dan hambatan yang harus dihadapi antara lain, pengaruh globalisasi kehidupan semakin luas, besar dan kompleks, serta persaingan antarbangsa di dunia kian besar dan tajam.

Lebih lanjut Ike Edwin menjelaskan, konsepsi dan konsensus nasional tentang Wawasan Kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tinggal Ika, dan NKRI sudah final, mengikat dan menjadi pedoman bagi seluruh Bangsa Indonesia. Termasuk juga aturan-aturan hukum yang berlaku.

“Kalau semua pemimpin dan tokoh bangsa disemua tingkatan memberikan keteladanan yang baik, bersikap dan berprilaku patuh terhadap aturan hukum serta konsisten  dalam pelaksanaan pembangunan, Insya Allah Indonesia akan tinggal landas menjadi negara yang maju, mandiri, adil makmur sejahtera, berdaulat dan bermartabat,” tegas Ike Edwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *