Dugaan Korupsi Sampah DLH, Kejari Metro Periksa 10 Saksi

Penulis:   Naim Emel Prahana | Editor:  NEP
oleh
Kepala Kejaksaan Negeri Metro Virginia Hariztavianne, SH, MH. Foto: NEP

METRO, Metasatu.com—Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro terus mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Dinas Lingkugan Hidup TA 2020. Terbaru, Kejari memanggil 10 saksi terkait kasus yang diduga melibatkan mantan Kepala DHL, EI.

Dugaan kasus korupsi tersebut berkaitan dengan anggaran pemeliharaan prasarana tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) 2020 sebagaimana dijelaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Metro Virginia Hariztavianne, Rabu (9/3) di ruang kerjanya.

Menurut Virginia Hariztavianne, ke-10 saksi yang dipanggil menjalani pemeriksaan guna melengkapi berkas penyidikan.

“Saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan berasal dari empat orang unsur penyedia (pihak ketiga) dan enam orang dari DLH,” ujar Kajari Metro.

Dikatakan Kajari, pemerikasaan itu untuk pengembangan dan mencari keterangan dalam penyidikan mulai dari kesaksian yang didengar dan dilihat, sehingga fakta-fakta dapat terkuak.

“Kami terus melakukan pemeriksaan sambil menghitung kerugian negara yang diakibatkan dalam dugaan Tipikor ini,” ujarnya.

Virginia mengatakan, meskipun belum menetapkan tersangka, namun proses penyidikan untuk mengungkap dalang dalam kasus Tipikor tersebut terus dilakukan.

“Pasti suatu penyidikan arahnya ke sana tapi tentu membutuhkan waktu,” terangnya.

Terkait besaran kerugian negara, Virginia menyebut belum bisa diestimasi. Sebab proses penyidikan membutuhkan waktu dan data yang lengkap sehingga ketika meminta audit BPKP Lampung, bukti-buktinya sudah lengkap.

“Jika tersangka sudah ditahan sementara penghitungan masih berjalan, kami akan dikejar pertanyaan, kok belum dilimpahkan. Jadi lebih baik kami melengkapi berkasnya dahulu,” papar dia.

Masih menurut Virginia, cepat atau lambat setiap kasus dalam penyidikan akan mengungkap fakta pada bukti yang mengerucut pada tersangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.