Dituduh Curi Listrik, P2TL Cabut Meteran Rumah Wagiyem Tanpa Pemberitahuan

Penulis:   Katman | Editor:  Sinta Wahyuni
oleh
Stiker PLN yang dipasang di rumah Wagiyem. Foto: Katman/Metasatu

WONOGIRI, Metasatu.com – Belum lama menikmati aliran listrik dari program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Wagiyem (95), warga Rt 08 Rw 05 Desa Petirsari Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri kembali harus gelap-gelapan. Dua orang yang mengaku petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) mencabut aliran listriknya.

Kejadian bermula ketika 2 oknum P2TL berinisial H dan P mendatangi rumah Waginem. Tanpa surat peringatan sebelumnya dan tanpa didampingi pejabat setempat, mereka langsung memutus jaringan listrik dengan cara mencabut meterannya.

Oknum P2TL itu juga memasang stiker berlogo PLN dengan tulisan “DALAM PENGAWASAN ULP WONOGIRI” di dinding rumah Wagiyem.

Kedua oknum itu menuduh pemasangan listrik di rumah Wagiyem menyalahi aturan terkait titik pemasangan. Bukan hanya itu, perempuan renta itu juga dituding telah melakukan pencurian listrik.

“Saat rumah saya dibangun, yang memasang meteran listrik kembali adalah petugas PLN. Tapi petugas berbeda datang dan langsung memutuskan jaringan listrik. Padahal saya juga rutin membayar tagihan bulanan,” ujar Wagiyem, Rabu (14/9/2020).

Kepada Wagiyem, kedua oknum P2TL itu mengatakan akan memasang kembali meterannya jika beliau sudah membayar denda sebesar Rp 1,5 juta.

Warga setempat ikut geram melihat aksi arogan petugas P2TL. Mereka sangat menyayangkan kejadian yang menimpa Mbah Wagiyem, mengingat korban sudah lanjut usia yang kurang pengalaman dalam hal urusan listrik

“Apalagi Mbah Wagiyem juga sudah sakit-sakitan,” ujar Widodo, Kepala Desa Petirsari kepada Metasatu

Widodo meminta kepada PLN agar jaringan listrik warganya segera di pasang kembali. Jika memang dianggap ada masalah, mestinya ada surat pemberitahuan terlebih dahulu.

“Tidak main cabut,” tegas Widodo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *