Dipicu Utang-piutang, Oknum Kades di Lumajang Aniaya Warga Pakai Celurit

Penulis:   Komariah | Editor:  Komariah
oleh
Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, SIK, MH, bersama barang bukti pelaku di Mapolres Lumajang. Foto : Kasi Humas

LUMAJANG Metasatu.com — LH (33) kepala desa di Desa Kudus, Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang diringkus Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang pada Jumat (10/6/2022) lalu, di kediaman salah satu rekannya di Desa Mlawang Kecamatan Tempeh, Lumajang.

Pelaku disangkakan melakukan tindak pidana kekerasan dan pencurian terhadap SR karena masalah utang piutang. Dalam aksinya, pelaku menodongkan celurit dan mengancam akan membacok korban.

Diketahui SR merupakan seorang pedagang yang berasal dari Desa Kebonan Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, SIK, MH, saat jumpa pers menyampaikan pelaku diringkus oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang atas laporan korban atas penganiayaan yang dilakukan pelaku pada Rabu, (25/5/2022) lalu.

Dikatakan Kapolres bahwa, dalam melakukan penganiayaan tersebut, pelaku tidak sendiri, melainkan bersama 7 rekannya yang saat ini berstatus DPO.

“Satu orang pelaku yang merupakan perangkat desa, berhasil diamankan pada Jumat (10//6/2022) sekira pukul 02.00 WIB di kediaman rekannya di Desa Mlawang Kecamatan Klakah, sedangkan tersangka S dan 6 rekan lainnya masih berstatus DPO,” ungkap Kapolres saat pers release di Mapolres Lumajang, Senin (13/6/2022).

Kronologi kejadian penganiayaan

Dijelaskan Kapolres bahwa peristiwa penganiayaan dan pengrusakan rumah terhadap korban dilatar belakangi oleh emosi pelaku karena kakak ipar pelaku diganggu korban masalah utang piutang.

Peristiwa bermula setelah pelaku mendapat aduan dari kakak iparnya, kemudian pelaku bersama dengan 7 rekannya langsung mendatangi TKP.

“TKP-nya di sekitar lintasan rel kereta api di Klalah, karena diketahui pelaku, korban merupakan pedagang di sana, maka pelaku kemudian mencari korban ke sana,” jelas Kapolres.

Sesampainya di TKP, pelaku dan rekannya yang lain langsung menghampiri dan melakukan penganiayaan terhadap korban dengan memukuli kepala korban dan menodongkan celurit sembari mengancam akan membacok korban. Sementara rekan pelaku lainnya mengambil handphone milik korban dari sakunya.

Beruntung, korban ditolong oleh warga yang melihat kejadian tersebut, korban pun berhasil menyelamatkan diri dari amukan pelaku dan rekan-rekannya.

Tidak puas karena korban berhasil lolos, pelaku dan rekan-rekannya kemudian langsung mendatangi rumah ibu korban.

“Pelaku dan rekan- rekannya mendatangi kediaman Ibu korban karena diketahui korban menyimpan barang-barang dagangan di rumah ibunya,” beber Kapolres.

Sesampainya di sana, pelaku dan rekan-rekannya langsung memporak- porandakan seisi rumah dan barang dagangan milik korban.

Setelah melalukan pengrusakan, pelaku dan rekan- rekannya kabur, salah satu rekan pelaku membawa lari handphone milik korban.

“Jadi itu yang melatarbelakangi pelaku melakukan tindak pidana. Selisih pahamnya didasari hutang piutang, masalah jual beli lombok dan juga korban meminjam barang tapi tidak di kembalikan,” katanya.

“Itu sedang kita proses juga, karena kita melakukan transparansi berkeadilan dalam penyidikan ini, dua perkara kita proses,” imbuh Kapoles.

Dua pasal sudah bisa dibuktikan yakni pasal 170 dan 365 dengan mengumpulkan bukti – bukti berikut keterangan sejumlah saksi dan petunjuk yang ada.

Ditemukan Sabu-sabu

Bukan hanya disitu saja, saat tersangka diamankan di tempat persembunyiannya, petugas dikejutkan oleh temuan sejumlah barang atau peralatan konsumsi sabu. Dan pasca tersangka dites urine, hasilnya pun positif.

“Kita utamakan laporan polisi dulu dan untuk masalah sabu, akan kita selidiki nanti dan kita tindaklanjuti juga,” kata dia.

Saat ini tersangka dan sejumlah barang bukti diamankan di Mapolres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, lanjut Kapoles, pelaku dijerat pasal 170 KUHP tentang tindak pidana kekerasan yang dilalukan bersama-sama dengan ancaman 5 tahun penjara

“Dan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.