Tersangka Pencabulan Santriwati Dipulangkan ke Keluarga karena Sakit

Penulis:   Komariah | Editor:  Komariah
oleh
Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, SIK, MH, saat diwawancara awak media di Mapolres Lumajang. Foto : Rus/Ist

LUMAJANG, Metasatu.com — Dikabarkan sakit, FZ (50), pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Lembah Arafah yang berstatus tersangka dugaan kasus pencabulan terhadap santriwatinya, dipulangkan ke keluarganya. Diketahui sejak beberapa waktu menjalani perawatan di RS Bhayangkara Lumajang.

Menurut Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, SIK, MH, FZ, tetap berstatus tahanan. Pemulangan dimaksudkan untuk mendapatkan perawatan karena kondisi psikologisnya sangat mengkhawatirkan.

“Saat ini yang bersangkutan (tersangka FZ, red) sedang sakit keras. Jadi dari sisi kesehatan kami khawatir psikologisnya akan terganggu karena seringnya keluar masuk rumah sakit. Makanya kami titipkan ke keluarganya untuk benar-benar dirawat,” kata Kapolres saat diwawancara awak media di Mapolres Lumajang, Jumat (8/7/2022).

Namun begitu, Kapolres menyampaikan, perkara masih tetap berjalan dan saat ini masih dalam proses penyidikan serta persiapan pemberkasan. FZ diamankan polisi pada 19 Mei 2022 lalu.

“Ya, setelah semua berkasnya sudah siap, kami kirim ke kejaksaan. Untuk perkembangannya nanti kita update lagi,” terangnya.

Selama dalam perawatan keluarga, pihaknya akan terus memantau perkembangan kesehatan FZ. Kapolres berharap FZ lekas membaik supaya dapat dilakukan proses hukum selanjutnya.

“Kita titipkan ke keluarganya, dan kita akan kontrol terus perkembangannya, mudah-mudahan sehat terus dan nantinya bisa menjalani proses persidangan,” tutup Kapolres.

Sebelumnya, ratusan warga dan wali santri menggeruduk Ponpes Lembah Arafah di Desa Curah Petung, Kedung Jajang, Lumajang. Mereka meminta penjelasan atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah satu kiay ponpes tersebut terhadap 3 santriwatinya.

Polisi yang mendapatkan laporan dari masyarakat langsung mendatangi lokasi dan mengamankan FZ ke Polres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan.

“Ada informasi dari ibu kepala desa mengenai laporan kiai melakukan pelecehan seksual terhadap santriwatinya sehingga kita amankan terduga pelaku untuk diinterogasi,” ujar Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, Kamis (19/5/2022) malam.

Sementara Camat Kedung Jajang Ahmad Faisol menjelaskan, kasus ini terungkap bermula saat dua santriwati dari warga sekitar mengadukan perbuatan cabul yang dilakukan sang kiai kepada orang tuanya. Selanjutnya orang tua melaporka kepada Kepala Desa Curah Petung.

“Awalnya ada 2 wali santri melaporkan kepada kepala desa sehingga warga dan wali santri spontanitas mendatangi ponpes untuk meminta penjelasan dari kyia,” ujarnya.

Ponpes Lembah Arafah diketahui memiliki sekitar 30 santri yang semuanya perempuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.