Diduga Mengantuk, Truk Fuso Tabrak Colt Diesel di Jalinbar Kota Agung

Penulis:   Komariah | Editor:  Komariah
oleh
Kondisi kedua truk pasca terjadi kecelakaan di Jalinbar Kota Agung. Foto : Humas

TANGGAMUS, Metasatu.com — Telah terjadi lakalantas yang melibatkan truk Fuso dan truk Colt Diesel di jalan lintas barat (Jalinbar) kilometer 88-89 ruas jalan Pekon Umbulbuah Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Jumat (17/6/2022). Penyebab kecelakaan tersebut diduga karena sopir truk Fuso melajukan truknya dalam posisi mengantuk.

Kanit Lakalantas Polres Tanggamus Bripka Kuswanto menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB.

Kejadian bermula saat truk Fuso dengan Nopol BE 9634 BM yang dikemudikan Andriyansyah (40), warga Kecamatan Panjang Bandar Lampung melaju dari arah Pringsewu menuju Kota Agung.

Diduga sopir mengantuk, sehingga ia tidak menyadari truk yang dikemudikannya telah berpindah jalur, di saat bersamaan muncul dari arah berlawanan truk Colt Diesel Nopol BE 8927 DA yang dikemudikan oleh Dodi (32) warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, dari arah Kota Agung menuju Pringsewu.

Tak bisa dihindari tabrakan pun terjadi, akibatnya truk Colt Diesel terperosok ke dalam parit di tepi Jalinbar.

“Penyebab lakalantas, sementara ini diduga akibat sopir truk Fuso, Andriansyah, melajukan truk dalam kondisi mengantuk,” terang Kuswanto seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Metasatu, pada Sabtu (18/6/2022) pagi.

Akibat kecelakaan tersebut, kedua truk roda enam mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.

Truk roda enam BE 9634 BM, mengalami ringsek pada kepala (bodi depan) sebelah kanan. Sedangkan truk roda enam Colt Diesel BE 8927 DA, penyok pada bumper depan dan pintu sebelah kanan serta kaca spion kanan pecah.

Tidak ada korban jiwa dalam kcelakaan tersebut. Sopir truk Fuso, Andriansyah mengalami luka ringan, luka robek pipi kanan dan kening bagian kanan serta lecet pada kaki kanan. Sedangkan sopir truk Colt Diesel, Dodi, tidak mengalami luka.

“Kerugian material dalam peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp.25 juta,” urai Kuswanto.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Tanggamus menjelaskan bahwa, setelah menerima informasi terjadinya lakalantas, langkah yang dilakukan petugas Satlantas Polres Tanggamus adalah memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa status quo, mendata identitas korban dan saksi-saksi, mengevakuasi dan mengamankan barang bukti, dan melakukan penyidikan lebih lanjut.

“Untuk kendaraan dari arah Gisting dan sebaliknya tadi hanya menggunakan satu lajur, namun tidak ada antrian panjang. Hingga saat ini kami masih mengupayakan evakuasi kendaraan Diesel BE 8927 DA yang terperosok,” tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.