Didemo Akibat Salah Urus Negara, Presiden Sri Lanka Melarikan Diri

Penulis:   Yon Bayu Wahyono | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Massa duduki istana kepresidenan. Foto: Reuters

JAKARTA, Metasatu.com – Kemarahan rakyat akibat presidennya salah urus negara hingga menyebabkan utang  menumpuk, kelangkaan dan melambungnya harga kebutuhan pokok, menjadi tragedi di Sri Lanka. Presiden Gotabaya Rajapaksa pun melarikan diri setelah istananya dikepung dan diduduki massa yang marah dan memprotes kebijakannya.

Penerobos istana menyeru adanya salah urus dan nepotisme dalam pemerintah Sri Lanka yang menyebabkan hancurnya ekonomi dan ketergantungan kepada negara lain.

Kantor berita ADP melaporkan, Presiden Rajapaksa telah melarikan diri dari ibu kota Colombo ,

Rajapaksa melarikan diri hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, yang juga saudaranya, mengatakan negaranya telah bangkrut setelah kegagalan negoisasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Indoesia pernah mengalami kasus serupa di tahun 1998 lalu ketika pengunjuk rasa menduduki gedung DPR dan memaksa Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.

Saat ini kondisi perekonomian di sejumlah negara, termasuk Indonesia juga sedang “tidak baik-baik saja” yang ditandai dengan kenaikan sejumlah harga barang kebutuhan pokok.

Terakhir pemerintah menaikan harga elpiji yang dipastikan segera memicu kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya yang selama ini sudah melambung. Sedang utang Indonesia telah menyentuh angka 7.000 triliun alias lebih dari 2 kali APBN dan 39 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Semoga krisis di Sri Lanka tidak terjadi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.