Di Ngawi, Jebakan Tikus dengan Listrik di Sawah Makan Korban

Penulis:   Dian | Editor:  Dian
oleh
Posisi korban saat ditemukan (dok. Humas Polres Ngawi)

NGAWI, Metasatu.com- Samiran (50), pria asal Dusun Tungkulrejo RT 1 RW 5, Desa Tungkulrejo Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, ditemukan warga sudah meninggal dunia di dekat pematang sawah miliknya. Korban diduga meninggal kerena tersengat arus listrik dari jebakan tikus beraliran listrik.

Ketika dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Ngawi Iptu Supomo membenarkan kejadian tersebut, menurutnya jasad Samiran pertama kali ditemukan oleh Alif (40) saat bekerja di sawah, tidak jauh dari lokasi ditemukannya jasad korban. Saat pertama ditemukan, posisi korban dalam keadaan tertelungkup dengan posisi kepala terbenam di dalam lumpur dekat pematang sawah.

“Pada saat ditemukan oleh Alif, posisi kaki korban menempel pada kawat jebakan tikus dipinggir sawah, selain itu Alif juga menemukan jenset warna merah yang diduga milik korban. Setelah mengenali korban, Alif kemudian memberitahu warga lain, dan bersama-sama melaporkan temuan tersebut kepada Suratno (48) sekdes Tungkulrejo, yang kemudian bersama Jasman adik korban mendatangi lokasi ditemukannya korban,” ujar Iptu Supomo, Selasa (26/4/2022).

Iptu Supomo menambahkan, dari keterangan Jasman, korban sebelumnya memasang kawat jebakan tikus dengan dialiri arus listrik dari disel jenset. Hal tersebut dapat kita ketahui dengan ditemukannya kawat yang di bentangkan di pinggiran sawah dan dialiri arus listrik dari disel jenset serta ditemukannya kabel dan lampu juga tiang tongkat bambu kecil. Selain itu pada kaki korban menempel kawat jebakan tikus tersebut. Di dekat jasad korban juga terdapat bekas kaki seperti terpeleset.

Iptu Supomo menyebut, dari keluarga korban diperoleh keterangan, sehari sebelumnya korban sempat berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke sawah garapannya di Desa Padas dengan membawa senapan angin dan disel jenset. Dan sejak malam itu korban tidak pulang ke rumah hingga pagi harinya diketahui korban telah meninggal dunia diduga akibat tersengat arus listrik dari jebakan tikus sawah beraliran listrik.

“Dari kejadian tersebut kita mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) buah mesin disel jenset, gulungan kawat, 1 (satu) senapan angin, 1 (satu) buah senter, 1 (satu) pasang sandal jepit dan 1 (satu) set kabel berikut lampu serta tiang tongkat bambu,” tandasnya.

Selanjutnya, Iptu Supomo menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan petugas medis dari puskesmas Padas, Koramil, Camat dan perangkat Desa Padas mendatangi TKP dan melakukan evakuasi terhadap jasad korban untuk kemudian membawa jasad korban ke kediaman keluarga korban untuk di semayamkan sebagaimana mestinya.

Iptu Supomo mengatakan, dari
pemeriksaan luar terhadap jasad korban yang dilakukan oleh Nakes PKM Padas, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau penganiayaan, hanya ditemukan luka lecet bekas bakar listrik pada paha kanan dan betis sebelah kiri

“Atas kejadian tersebut pihak keluarga telah menerima sebagai musibah dan tidak menuntut kepada siapapun dan terhadap jenazah korban pihak keluarga menolak untuk diotopsi,” jelasnya.

Iptu Supomo menambahkan, bahwa tanah tempat ditemukan korban meninggal dunia adalah milik korban sendiri, juga sekaligus yang memasang jebakan tikus beraliran listrik adalah korban sendiri, Jadi demi hukum perkara dihentikan karena tersangka meninggal dunia.

Menurut Iptu Supomo, Polres Ngawi sudah sering melakukan sosialisasi dan himbauan kepada petani tentang larangan penggunaan aliran listrik untuk jebakan tikus. Bahkan polres juga mengandeng pihak Dinas Pertanian dan PLN bersama sama memberikan pemahaman kepada petani tentang bahaya dan dampak hukum akibat penggunaan aliran listrik untuk jebakan tikus.

“Saya himbau kepada petani agar mulai merubah pola membasmi tikus dengan cara lain yang tidak berdampak hukum maupun berdampak pada keselamatan. Tak lupa saya mengajak kepada tokoh-tokoh masyarakat atau perangkat desa serta komunitas kelompok tani agar selalu mengingatkan kepada petaninya jangan gunakan lagi aliran listrik untuk jebakan tikus,” tandasnya.

Sebab, kata Iptu Supomo, pola pemikiran petani masih ada yang membasmi tikus dengan cara cepat, efisien dan bisa mendapatkan tikus banyak yaitu dengan menjebak tikus dgn aliran listrik, karena sebagian petani ada yang tidak mau ribet dengan pola gropyokan tikus secara massal dan sebagainya, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.