Cerita Chef Haryo Saat di Ambang Kematian, Tulang Digergaji hingga Jantung Diremas

Penulis:   Aput Setiana | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Chef Haryo berbagai cerita dengan Arie K Untung. Foto: Tangkap layar

Metasatu.com –

Beberapa waktu lalu, Chef Haryo menjalani operasi pada penyakitnya yaitu diseksi aorta. Penyakit yang menyerang bagian pembuluh darah utama.

Diketahui Metasatu dari video yang diunggah Arie K Untung di kanal Youtube @ceritauntungs pada Sabtu (13/3/22), Chef Haryo menceritakan apa yang dialaminya saat berada di ambang kematian.

Pada tahun 2019, Chef Haryo mengetahui dirinya mengalami penyakit diseksi aorta, yaitu bagian lapisan dalam pada pembuluh darah utama di jantungnya pecah.

Ia harus menjalani operasi prosedur bentall, sebuah tindakan yang menurut dunia kedokteran termasuk operasi tersulit.

Chef Haryo dulunya sangat terobsesi ingin memiliki badan yang kekar. Sehari bisa melakukan push up 300 kali. Namun, sayangnya tidak disadari bahwa tekanan darahnya tinggi. Sehingga mengakibatkan terjadinya perobekan pembuluh darah.

Setelah melakukan pemeriksaan barulah diketahui nadi dari leher yang memanjang melewati jantung hingga ke perut mengalami sobek. Dokter menyarankan agar Chef Haryo menjalani operasi, tetapi ia tidak berani.

Selama setahun lebih menderita penyakit tersebut, Chef Haryo merasakan seperti orang yang tenggelam. Setiap jam 10.00 – 03.00 WIB, dia tidak bisa tidur tenang. Kakinya sudah membengkak, tapi ia masih bisa ikut touring motor gede.

Uniknya, ketika sakit justru Chef Haryo malah lebih mendekatkan diri pada Allah dan mendalami ilmu agama. Ia juga melakukan salat istokhoroh untuk meminta petunjuk agar diberikan keberanian menjalani operasi.

Sebelum masuk ke ruang operasi, Chef Haryo meminta maaf pada seluruh anggota keluarganya. Ia menganggap apa yang menimpanya merupakan suatu azab akibat dari perbuatan-perbuatannya di masa silam. Ia tidak mengeluh atas penyakitnya.

Chef Haryo pasrah sepasrah-pasrahnya pada Allah. Di ruang operasi, tulang dadanya digergaji. Aorta yang robek kemudian dipotong dan diganti artifisial logam. Lalu dijahit kembali dengan diakhiri 6 simpul benang jahitan di perut tengah.

Penderitaan Chef Haryo tidak hanya sampai di situ. Tiga hari setelah operasi, bekas operasinya yang masih basah kembali dibuka karena jantungnya terblok oleh darah.

Dikarenakan ruang operasi penuh, Chef Haryo kembali melakukan operasi di ruang ICU. Menurut kasus yang pernah terjadi, dokter memperkirakan adanya disfungsi pada pita suara, stroke dan kelumpuhan jika operasi berhasil. Jika tidak berhasil, maka pasien akan mengalami kematian.

Dokter lebih memilih melihat apa yang terjadi setelah operasi. Chef Haryo pun akhirnya sadar. Ia kaget karena rasanya hanya sekejap saja saat tidur pascaoperasi, tapi ternyata ia tidak sadarkan diri selama 10 hari.

Ketika sadar, hal pertama yang diminta oleh Chef Haryo adalah makanan. Dia merasa kelaparan yang sangat luar biasa. Meminta gado-gado, siomay, batagor, lemper Holland Bakery dan lain sebagainya. Juga merasakan pegal sekujur badan akibat tulang dadanya yang dibengkek saat operasi.

Chef Haryo kehilangan berat badan sebanyak 22 kg tersebab penyakitnya itu. Ajaibnya, ia masih hafal nama istrinya dan keluarganya. Suaranya masih lancar dan tidak lumpuh.

Dokter tercengang melihat itu semua. Mungkin itu bisa terjadi karena jantung Chef Haryo sempat diremas setelah darah yang mengeblok disedot keluar.

Belum berakhir, operasi itu juga berpengaruh pada organ ginjal Chef Haryo. Saat dites, ia menangis-nangis berdoa memohon kesembuhan.

Ketika hasil tes keluar, hasilnya menakjubkan. Kondisi ginjal Chef Haryo seperti orang ginjal orang normal.

Bersyukur telah diberi kehidupan kedua, kini Chef Haryo mendirikan Yayasan Seribu Cahaya. Sejauh ini yang disalurkan pada orang-orang yang membutuhkan adalah kursi roda dan sembako.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.