Cara Polri Cegah Konflik Antar Perguruan Silat di Ngawi

Penulis:   Dian | Editor:  Dian
oleh
Pertemuan rutin antar Perguruan silat di Ngawi

NGAWI, Metasatu.com – Berbagai cara dilakukan oleh Polri-TNI untuk mencegah terjadinya konflik antar perguruan pesilat di Ngawi. Para perwakilan ranting mulai desa hingga kecamatan dari berbagai perguruan pesilat diajak kumpul bareng.

“Kita memang lebih baik mencegah dari pada terjadi konflik antar pesilat. Kita kumpulkan perwakilan dari berbagai organisasi pesilat baik desa maupun kecamatan,” ujar Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya saat dikonfirmasi Rabu (29/6/2022).

Winaya juga menjelaskan bahwa dalam perkumpulan yang dihadiri perwakilan dari berbagai pimpinan perguruan pesilat itu bertujuan untuk saling bersilaturahmi. Lokasinya secara bergiliran atau bergantian sambil arisan

“Jadi dalam pertemuan untuk saling silaturahmi antar pesilat dari berbagai organisasi agar guyub rukun. Untuk lokasi bergilir bergantian,” kata Winaya.

Kapolsek Padas Iptu Iswahjoedi mengatakan pihaknya bersama TNI mengumpulkan perwakilan berbagai organisasi pesilat setiap sebulan sekali.

“Pertemuan ini rutin dilaksanakan setiap hari Senin malam Selasa Kliwon. Untuk hari ini kebetulan dari kecamatan Padas dan Kasreman,” jelas Iswahjoedi.

Iswahjoedi menambahkan dari perwakilan organisasi pesilat yang ada di Ngawi diantaranya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW), Hastakari, Gubug Remaja, Pandan Alas, Pagar Nusa dan Pangastuti.

“Kita dukung terus pertemuan rutin ini. Menjaga komunikasi sangat diperlukan untuk menjaga kekompakan dan kerukunan antar perguruan. Alhamdulillah konflik jarang terjadi di sini,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.